Kebakaran ruko di Bunyu Selatan diduga dipicu ledakan dari dalam bangunan, menghanguskan seluruh bangunan dengan kerugian sekitar Rp1 miliar.
BULUNGAN – Kebakaran hebat melanda satu unit rumah toko (ruko) di Jalan Bangsal Tengah RT 04, Desa Bunyu Selatan, Kecamatan Bunyu, Kabupaten Bulungan, Senin (27/04/2026) sore, dengan kerugian material diperkirakan mencapai Rp1 miliar meski tidak menimbulkan korban jiwa.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.39 Wita itu berlangsung cepat, ditandai dengan suara ledakan dari dalam bangunan sebelum api membesar dan melalap seluruh bagian ruko yang digunakan sebagai tempat tinggal sekaligus usaha.
Pejabat Sementara Kepala Sub Seksi (Ps Kasubsi) Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi Media (PIDM) Seksi Hubungan Masyarakat (Sihumas) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bulungan, Hadi Purnomo, mengungkapkan bahwa dugaan awal sumber api berasal dari dalam bangunan.
“Dari keterangan yang kami terima, ada bunyi seperti ledakan dari dalam bangunan sebelum api muncul. Setelah itu, api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan,” ujarnya, sebagaimana dilansir Headlinews, Selasa (28/04/2026).
Ruko tersebut diketahui milik M Yusuf Kirman (64) yang menjalankan usaha perabot rumah tangga dan toko kelontong di lokasi tersebut. Saat kejadian, pemilik tidak berada di tempat.
Saksi di lokasi sempat berupaya memastikan kondisi di dalam bangunan, namun terpaksa menyelamatkan diri karena kobaran api cepat membesar disertai asap tebal. “Warga yang berada di sekitar lokasi sempat mencoba melihat kondisi di dalam, tetapi tidak bisa bertahan lama karena api sudah membesar dan asap semakin tebal,” katanya.
Keterangan saksi lainnya juga menyebutkan adanya suara ledakan berulang sebelum api membesar dan disertai kepulan asap hitam pekat. “Beberapa warga mendengar lebih dari satu kali suara ledakan, kemudian terlihat asap pekat dan api langsung membesar,” tambahnya.
Pemilik ruko yang tiba di lokasi sempat berupaya masuk untuk mengambil alat pemadam api, namun dicegah warga karena kondisi bangunan sudah tidak memungkinkan.
“Pemilik sempat ingin mengambil alat pemadam yang ada di dalam, tetapi warga melarang karena kondisi sudah tidak memungkinkan untuk masuk,” jelasnya.
Api diduga cepat menjalar karena banyaknya material mudah terbakar di dalam ruko, termasuk barang dagangan yang tersimpan di area usaha.
Proses pemadaman berlangsung cukup lama, lebih dari dua jam, dengan melibatkan lima unit mobil pemadam kebakaran bersama aparat dan masyarakat setempat. Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 19.45 Wita.
“Petugas berupaya memadamkan api sekaligus mencegah agar tidak merambat ke bangunan lain. Prosesnya cukup lama karena api sudah terlanjur besar,” ungkapnya.
Selain memadamkan api, aparat juga melakukan pengamanan lokasi serta pendataan saksi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. “Penyebab kebakaran masih kami selidiki. Kami mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut di lokasi,” tegasnya.
Tidak adanya korban jiwa dalam peristiwa ini disebabkan bangunan dalam keadaan kosong saat kebakaran terjadi. Api juga berhasil dicegah agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya. “Kondisi sudah aman dan terkendali. Kami mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama pada bangunan yang menyimpan barang mudah terbakar,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di bangunan yang difungsikan sebagai tempat usaha sekaligus hunian. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan