AS Akui Kelemahan Hadapi Rudal Hipersonik China dan Rusia

Pejabat pertahanan AS mengakui keterbatasan sistem pertahanan menghadapi rudal hipersonik China dan Rusia, sekaligus mendorong percepatan pendanaan proyek Golden Dome.

WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) menghadapi tantangan serius dalam mempertahankan diri dari ancaman sistem rudal canggih yang dikembangkan oleh China dan Rusia, setelah pejabat tinggi Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Department of Defense (DoD)) mengakui keterbatasan kemampuan pertahanan saat memberikan keterangan kepada anggota parlemen AS dalam sebuah sidang di Washington.

Pengakuan tersebut disampaikan di tengah dorongan kuat pemerintah AS untuk mempercepat pendanaan program pertahanan rudal baru bernama Golden Dome, yang dirancang untuk memperkuat lapisan perlindungan dari serangan rudal jarak jauh dan hipersonik yang kian berkembang.

Dalam pemaparan di hadapan legislatif, para pejabat DoD menyoroti bahwa sistem persenjataan generasi baru yang dimiliki China dan Rusia telah berkembang lebih cepat dibanding kemampuan sistem pertahanan yang ada saat ini. Situasi ini mendorong munculnya urgensi peningkatan anggaran pertahanan strategis AS.

“Amerika Serikat akan kesulitan mempertahankan diri terhadap sistem rudal canggih yang dikembangkan oleh China dan Rusia,” demikian diungkapkan para pejabat senior Pentagon kepada anggota parlemen saat mereka menyerukan pendanaan untuk program pertahanan rudal Golden Dome yang diusulkan sebagaimana diberitakan SindoNews, Wednesday, (29/04/2026).

Program Golden Dome sendiri digagas sebagai respons atas meningkatnya ancaman rudal hipersonik yang memiliki kecepatan tinggi, manuver tidak terduga, serta kemampuan menembus sistem pertahanan konvensional. Kondisi ini menempatkan AS dalam tekanan untuk mempercepat inovasi teknologi militer guna menjaga keseimbangan kekuatan global.

Pengakuan terbuka dari pejabat pertahanan AS ini sekaligus memperlihatkan meningkatnya persaingan militer antara kekuatan besar dunia, khususnya dalam pengembangan teknologi rudal strategis yang kini menjadi fokus utama modernisasi pertahanan.

Dengan meningkatnya ancaman tersebut, pemerintah AS didorong untuk segera mengambil langkah konkret dalam memperkuat sistem pertahanan nasional agar tidak tertinggal dalam dinamika perlombaan senjata global yang semakin kompleks. []

Redaksi1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com