Warga Kecamatan Babulu menyampaikan aspirasi terkait pertanian, air bersih, investasi pengolahan sawit, serta penyediaan LPG dan pupuk saat Safari Jumat bersama Bupati PPU Mudyat Noor.
PENAJAM PASER UTARA – Warga Desa Labangka Barat, Kecamatan Babulu, menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Bupati PPU Mudyat Noor saat Safari Jumat di Masjid Istiqomah, Jumat (09/05/2026). Aspirasi itu mencakup penguatan sektor pertanian, pengembangan beras premium, pengelolaan air bersih, peluang investasi pengolahan sawit, hingga penyediaan elpiji dan pupuk melalui koperasi.
Kegiatan Safari Jumat tersebut menjadi ruang silaturahmi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU dan masyarakat. Forum itu juga dimanfaatkan untuk menyerap langsung masukan warga terkait pembangunan desa, terutama pada sektor pertanian dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati PPU Mudyat Noor menegaskan komitmen Pemkab PPU untuk mendukung pengembangan sektor pertanian di Kecamatan Babulu yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan daerah.
“Walaupun kondisi fiskal keuangan daerah saat ini cukup menantang, pemerintah tetap berkomitmen mendukung kemajuan pertanian di Kecamatan Babulu,” kata Mudyat Noor.
Sekretaris Daerah (Sekda) PPU Tohar mengatakan, berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemkab PPU merupakan bagian dari tahapan perencanaan jangka menengah daerah yang telah dituangkan dalam dokumen pembangunan lima tahunan.
Menurut dia, Pemkab PPU harus menyesuaikan pelaksanaan program dengan kondisi fiskal daerah. Karena itu, tidak semua usulan masyarakat dapat direalisasikan dalam waktu singkat.
Tohar menegaskan, efisiensi anggaran bukan berarti menghentikan pembangunan. Kebijakan itu dilakukan untuk mengatur prioritas program agar penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tetap tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Pemerintah memahami harapan masyarakat yang menginginkan adanya perubahan dan kemajuan di bawah kepemimpinan daerah saat ini, namun seluruh kebijakan tetap harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” katanya.
Dalam sesi dialog, warga Kecamatan Babulu, Tono Sutrisno, berharap pemerintah menghadirkan langkah konkret untuk pengembangan pertanian, terutama peningkatan kualitas padi agar mampu menghasilkan beras premium.
Menurut Tono, sektor pertanian di Kecamatan Babulu telah berkembang cukup baik. Namun, petani masih membutuhkan inovasi, pendampingan, dan dukungan pemerintah agar hasil panen memiliki nilai jual lebih tinggi.
“Kami berharap ada inovasi pertanian, misalnya menghadirkan bibit unggulan dari Jawa sehingga hasil panen bisa menghasilkan beras premium,” kata Tono.
Tono juga mendorong Pemkab PPU membuka peluang investasi di sektor perkebunan dan industri pengolahan hasil sawit. Menurut dia, hasil perkebunan seharusnya dapat memberi nilai tambah lebih besar bagi daerah.
“Selama ini hasil sawit banyak dikirim keluar daerah masih dalam bentuk mentah. Harapan kami ada investor yang masuk sehingga hasil perkebunan bisa diolah di PPU,” tambahnya.
Selain sektor pertanian, warga lainnya, Mukhlis, menyoroti persoalan pengelolaan sumber air bersih di Labangka. Ia menilai potensi sumber air di desa tersebut belum dikelola secara optimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Labangka sebenarnya punya sumber air bersih yang bagus, tetapi belum bisa dikelola secara maksimal,” ujarnya.
Mukhlis juga berharap keberadaan Koperasi Merah Putih dapat membantu masyarakat, terutama dalam penyediaan liquefied petroleum gas (LPG) dan pupuk bagi petani. “Kalau koperasi bisa menjual LPG dan pupuk, tentu sangat membantu masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Camat Babulu Yayu Eka Pratiwi mengatakan, Safari Jumat juga dirangkai dengan kegiatan sosial dan lingkungan melalui Gerakan Asri. “Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum menyerap berbagai masukan masyarakat desa,” ujarnya.
Yayu menjelaskan, kegiatan tersebut turut diisi aksi bersih lingkungan di area kantor, permukiman warga, dan masjid. Selain itu, panitia juga menggelar donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis.
Safari Jumat tersebut turut dihadiri Komandan Distrik Militer (Dandim) 0913/PPU Fandy Satria Dwi Wahyuono, Sekda PPU Tohar, Asisten III Bidang Administrasi Umum Chairur Rozikin, para staf ahli bupati, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab PPU. Pemkab PPU diharapkan dapat menindaklanjuti aspirasi warga melalui program prioritas yang sesuai dengan kemampuan fiskal daerah dan kebutuhan riil masyarakat desa. []
Penulis: Subur Priono | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan