Sebanyak 504 atlet dari 46 klub di 15 provinsi mengikuti Sirnas C Bupati Kutim Cup Open 2026, sementara tuan rumah menargetkan juara umum dengan empat medali emas.
KUTAI TIMUR – Kejuaraan Sirkuit Nasional (Sirnas) C Bupati Kutai Timur (Kutim) Cup Open 2026 menjadi ajang pembuktian bagi atlet tuan rumah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim menargetkan kontingen Kutim mampu meraih predikat juara umum dengan membidik empat medali emas dari tujuh kategori yang dipertandingkan.
Kejuaraan tingkat nasional itu digelar di Gelanggang Olahraga (GOR) Serbaguna Kudungga, Jalan Soekarno Hatta, Sangatta, Kabupaten Kutim, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), pada 11–16 Mei 2026. Sebanyak 504 atlet dari 46 klub bulu tangkis di 15 provinsi ambil bagian dalam ajang tersebut.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman membuka langsung kejuaraan tersebut pada Senin (11/05/2026). Pembukaan turut dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Kutim Mahyunadi, Ketua Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kutim Daniel Politius Sebayang, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadis Dispora) Kutim Basuki Isnawan, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutim Rudi Hartono, serta sejumlah undangan.
Ardiansyah mengatakan kejuaraan tersebut menjadi ruang penting untuk meningkatkan jam terbang atlet lokal. Menurut dia, semakin sering atlet mengikuti kompetisi, semakin kuat pula mental bertanding dan kemampuan mereka untuk bersaing di tingkat yang lebih tinggi, sebagaimana diberitakan Sumber Berita, Senin (11/05/2026).
Selain menjadi wadah pembinaan, Ardiansyah berharap Sirnas C Bupati Kutim Cup Open 2026 mampu mendorong prestasi kontingen tuan rumah. Ia menilai ajang kompetitif seperti ini diperlukan agar atlet Kutim tidak hanya aktif berlatih, tetapi juga terbiasa menghadapi tekanan pertandingan.
“Kita optimis menargetkan predikat juara umum dengan menyasar empat medali emas dari tujuh kategori yang dipertandingkan,” imbuhnya.
Ketua PBSI Kutim Daniel Politius Sebayang mengatakan pihaknya akan terus membangun iklim kompetisi yang sehat. Upaya itu dilakukan untuk menjawab kebutuhan klub-klub bulu tangkis yang menginginkan lebih banyak kejuaraan agar pembinaan atlet dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Berdasarkan tuntutan klub-klub yang menginginkan event lebih sering, kami pengurus PBSI Kultim yang baru berusaha menciptakan ajang-ajang yang kompetitif,” ungkap Daniel yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua II PBSI Kaltim ini
Ketua Panitia Cithra mengatakan antusiasme peserta dalam kejuaraan tersebut sangat tinggi. Menurut dia, 504 atlet yang tampil berasal dari berbagai daerah, termasuk Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Jawa Timur, Maluku, hingga Sumatera Utara.
“Para peserta ini mewakili 15 provinsi di Indonesia, mulai dari DKI Jakarta, Jawa Timur, hingga terjauh dari Maluku dan Sumatera Utara, yang akan bertanding mulai dari tingkat pemula hingga taruna,” jelasnya.
Kejuaraan yang memperebutkan total hadiah Rp276 juta itu juga menjadi bagian dari rangkaian turnamen Sirnas PBSI tingkat provinsi dan daerah. Ajang tersebut berfungsi sebagai wadah regenerasi atlet, pengumpulan poin peringkat nasional, sekaligus sarana mempererat silaturahmi antaratlet dari berbagai daerah.
Melalui penyelenggaraan Sirnas C Bupati Kutim Cup Open 2026, Pemkab Kutim berharap pembinaan bulu tangkis di daerah semakin berkembang. Ajang ini juga diharapkan mampu memperkuat posisi Kutim sebagai salah satu daerah yang aktif mendorong prestasi olahraga di Kaltim dan tingkat nasional. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan