Selat Hormuz Jadi Tekanan Baru bagi Diplomasi Trump

Ketegangan di Selat Hormuz dinilai membuat posisi diplomatik Presiden Donald Trump melemah menjelang pertemuan penting dengan Presiden China Xi Jinping.

WASHINGTON – Ketergantungan Amerika Serikat (AS) terhadap stabilitas jalur energi global di Selat Hormuz dinilai dapat melemahkan posisi tawar Presiden Donald Trump dalam pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing. Penilaian itu disampaikan Direktur dan Peneliti Senior Center for Strategic and International Studies (CSIS), Gregory Poling, di tengah meningkatnya tensi geopolitik akibat konflik Iran di kawasan Timur Tengah.

Poling menilai AS menghadapi tantangan besar dalam menjaga kepentingan strategisnya di Selat Hormuz karena jalur tersebut menjadi salah satu urat nadi distribusi minyak dunia. Situasi itu dinilai memberi ruang lebih besar bagi China untuk memainkan pengaruh diplomatiknya dalam pembicaraan bilateral dengan Washington.

“Posisi Presiden AS Donald Trump tidak kuat ketika bertemu Presiden China Xi Jinping,” ujar Poling.

Pernyataan tersebut muncul ketika perhatian dunia tertuju pada upaya berbagai negara menjaga keamanan pelayaran internasional di kawasan Teluk Persia setelah konflik Iran memicu gangguan distribusi energi global. Selat Hormuz menjadi titik krusial karena dilalui sebagian besar ekspor minyak dari negara-negara Timur Tengah menuju pasar internasional.

Analisis Poling juga menyoroti meningkatnya kebutuhan AS terhadap dukungan internasional, termasuk dari China, untuk menjaga stabilitas kawasan dan memastikan arus perdagangan energi tetap aman. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi arah diplomasi kedua negara dalam isu keamanan hingga ekonomi global.

Informasi mengenai pernyataan Gregory Poling itu sebagaimana diberitakan Sindonews, Rabu (13/05/2026). Di sisi lain, pertemuan Trump dan Xi Jinping diperkirakan akan membahas sejumlah isu strategis lain, mulai dari perang Iran, perdagangan internasional, hingga keamanan maritim di kawasan Indo-Pasifik.

Pengamat menilai dinamika geopolitik di Selat Hormuz akan terus menjadi perhatian utama negara-negara besar karena dampaknya tidak hanya menyentuh sektor energi, tetapi juga stabilitas ekonomi dunia secara keseluruhan. []

Redaksi1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com