Rusia mempercepat penguatan militer strategis melalui uji sukses rudal balistik antarbenua RS-28 Sarmat yang diklaim mampu menembus sistem pertahanan modern.
MOSKOW – Rusia mempercepat modernisasi kekuatan strategisnya setelah militer negara itu berhasil menguji rudal balistik antarbenua RS-28 Sarmat. Hasil uji tembak tersebut dilaporkan langsung Komandan Pasukan Rudal Strategis Rusia, Sergey Karakaev, kepada Presiden Vladimir Putin pada Rabu (13/05/2026).
Uji coba itu menjadi bagian dari penguatan sistem pertahanan strategis Rusia di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Pemerintah Rusia menargetkan resimen rudal pertama yang menggunakan sistem persenjataan baru tersebut dapat mulai dilengkapi penuh sebelum akhir tahun.
Karakaev menyebut pengembangan RS-28 Sarmat akan memperkuat kemampuan tempur strategis Rusia, terutama untuk menghadapi ancaman pertahanan rudal modern dari negara-negara Barat. Rudal tersebut dikenal memiliki daya jangkau antarbenua serta kemampuan membawa sejumlah hulu ledak dalam satu peluncuran.
Selain memiliki kapasitas serangan jarak jauh, RS-28 Sarmat juga diklaim mampu menembus sistem pertahanan udara modern dan membawa muatan dalam jumlah besar. Sistem senjata ini diproyeksikan menjadi salah satu komponen utama kekuatan nuklir Rusia dalam beberapa dekade mendatang.
Informasi mengenai keberhasilan uji coba rudal itu sebagaimana diberitakan Sindonews, Rabu (13/05/2026). Dalam laporan tersebut, Rusia disebut terus mempercepat pengembangan persenjataan strategis untuk memperkuat posisi militernya di tengah dinamika keamanan internasional.
Langkah Moskow mengembangkan RS-28 Sarmat diperkirakan akan memicu perhatian negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat (AS) dan anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO), yang selama ini memantau perkembangan teknologi persenjataan strategis Rusia. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan