Kebakaran yang menghanguskan satu bangunan kayu di Pasar Sungai Lulut Banjarmasin menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap risiko api di kawasan pasar.
BANJARMASIN – Kebakaran yang menghanguskan sebuah bangunan kayu di Pasar Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (18/05/2026) sekitar pukul 06.00 Waktu Indonesia Tengah (Wita), kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap risiko kebakaran di kawasan pasar dan bangunan padat aktivitas.
Api dilaporkan muncul dari salah satu bangunan di dalam area Pasar Sungai Lulut. Bangunan yang diduga merupakan toko milik warga itu terbakar hebat hingga menimbulkan kepanikan warga di sekitar lokasi.
Warga yang melihat api membesar segera meminta pertolongan. Tidak lama kemudian, tim pemadam kebakaran tiba di lokasi dan berupaya menjinakkan kobaran api agar tidak merembet ke bangunan lain di kawasan pasar tersebut.
Meski api akhirnya berhasil dipadamkan, bangunan kayu itu sudah telanjur luluh lantak. Sisa kebakaran hanya menyisakan material kayu yang hangus terbakar, sebagaimana diberitakan Wartabanjar, Senin (18/05/2026).
Hingga berita ini disusun, penyebab kebakaran belum diketahui. Belum ada pula laporan resmi mengenai korban jiwa maupun nilai kerugian akibat peristiwa tersebut.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena kawasan pasar umumnya memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran. Selain banyaknya aktivitas warga, bangunan berbahan kayu, jaringan listrik, penggunaan kompor, serta keberadaan benda mudah terbakar dapat mempercepat penyebaran api apabila tidak diawasi dengan baik.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengingatkan pencegahan kebakaran di dalam bangunan dapat dilakukan dengan memastikan kabel listrik berstandar Standar Nasional Indonesia (SNI), tidak menumpuk steker pada satu stopkontak, serta rutin memeriksa kondisi instalasi listrik.
Selain itu, penggunaan kompor gas juga perlu diperhatikan. Warga diminta selalu mematikan kompor setelah digunakan serta memastikan selang dan regulator gas dalam kondisi baik dan tidak bocor.
Masyarakat juga diimbau menjauhkan korek api, pemantik, kertas, kain, plastik, dan bahan mudah terbakar lainnya dari sumber api. Penyediaan alat deteksi asap atau smoke detector serta Alat Pemadam Api Ringan (APAR) juga penting, terutama di area yang rawan kebakaran.
Kewaspadaan bersama diharapkan dapat menekan risiko kebakaran serupa, terutama di kawasan pasar dan permukiman padat yang memiliki potensi kerugian besar apabila api tidak segera dikendalikan. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan