Seorang warga Desa Palukahan, HSU, dipatuk ular saat melintasi genangan banjir di depan rumahnya dan sempat dibawa ke RSUD Pambalah Batung.
HULU SUNGAI UTARA – Warga di wilayah terdampak banjir diminta lebih waspada saat melintasi genangan air setelah Fahri, warga Desa Palukahan, Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan (Kalsel), dipatuk ular di depan rumahnya.
Insiden itu dialami Fahri saat melewati area banjir di sekitar rumahnya. Gigitan ular mengenai bagian kaki, tidak jauh dari mata kaki pria berusia 25 tahun tersebut.
Meski ular yang menggigit diduga bukan jenis berbisa tinggi, Fahri sempat merasakan mual setelah dipatuk. Ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pambalah Batung untuk mendapatkan penanganan medis.
Kondisi luka gigitan Fahri dilaporkan mulai membaik. Tidak ditemukan tanda membiru maupun pembekuan darah pada area gigitan. Namun, kejadian tersebut menjadi peringatan bagi warga agar tidak menganggap genangan banjir sebagai area yang sepenuhnya aman.
Anggota Pemadam Kebakaran (Damkar) Edy Saputra mengatakan, peristiwa itu perlu menjadi pelajaran bagi masyarakat, terutama warga yang tinggal di kawasan terdampak banjir, sebagaimana diberitakan Banjarmasin Post, Sabtu (23/05/2026).
“Yang menggigit jenis ular yang tidak berbisa tinggi namun perlu menjadi perhatian dan waspada,” ujarnya, Sabtu (23/05/2026).
Edy mengingatkan warga agar berhati-hati saat melintasi genangan air, termasuk di area dekat permukiman. Saat banjir, hewan liar seperti ular dapat berpindah dari habitatnya dan masuk ke sekitar rumah warga.
Kejadian ini diharapkan meningkatkan kewaspadaan masyarakat HSU, khususnya warga di kawasan rawan banjir, agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar genangan air demi mencegah insiden serupa. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan