gambar ilustrasi

Kecelakaan di Ahmad Yani Km 5 Banjarmasin Renggut Nyawa Pria 52 Tahun

Hamang, warga asal Sigi, meninggal dunia setelah sempat dievakuasi relawan dan menjalani perawatan singkat di IGD RSUD Ulin Banjarmasin.

BANJARMASIN – Respons cepat relawan mengevakuasi Hamang (52), korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Ahmad Yani Kilometer 5, Kecamatan (Kec.) Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), belum mampu menyelamatkan nyawanya. Warga asal Kabupaten Sigi (Sigi), Sulawesi Tengah (Sulteng), itu meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin, Minggu (24/05/2026) dini hari.

Korban sebelumnya ditemukan dalam kondisi tergeletak di jalan dengan luka serius di bagian kepala. Saat relawan tiba di lokasi, penyebab pasti kecelakaan belum diketahui karena korban sudah berada dalam kondisi terluka parah.

Relawan kedaruratan, Udin, mengatakan dirinya tidak mengetahui secara pasti kronologi kecelakaan tersebut. Saat tiba di lokasi, ia bersama rekannya langsung fokus mengevakuasi korban karena korban masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

“Karena saat kami datang ke lokasi tadi kondisi korban sudah tergeletak di jalan,” ujar Udin, di depan IGD RSUD Ulin, sebagaimana diberitakan Wartabanjar, Minggu (24/05/2026).

“Darah sudah mengucur keluar dari kepalanya,” tambahnya.

Melihat kondisi itu, Udin bersama rekannya langsung membawa korban ke IGD RSUD Ulin untuk mendapatkan pertolongan medis. Menurut dia, korban masih bernapas saat dievakuasi dari lokasi kejadian hingga berada di dalam ambulans.

“Karena saat di lokasi tadi korban masih bernafas dan saat kami bawa di dalam ambulan pun korban masih bernafas,” katanya.

Namun, nyawa korban tidak tertolong. Setelah tiba di IGD RSUD Ulin dan sempat menjalani perawatan medis sekitar lima menit, Hamang dinyatakan meninggal dunia.

Udin menyebut, luka paling terlihat berada di bagian kepala korban. Ia belum dapat memastikan apakah ada luka lain di tubuh korban karena fokus utama relawan saat itu adalah membawa korban secepat mungkin ke rumah sakit.

“Tadi lumayan besar lukanya, makanya darahnya cukup banyak keluarnya,” ungkapnya.

“Kalau luka yang lainnya saya juga kurang tahu,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pengguna jalan untuk lebih berhati-hati, terutama saat melintas pada dini hari. Aparat terkait diharapkan dapat menelusuri penyebab kecelakaan agar kejadian serupa tidak kembali merenggut korban jiwa. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com