Jemaah AS Tetap Berangkat Haji Meski Konflik Timur Tengah Memanas

MAKKAH – Situasi konflik di Timur Tengah tidak menghalangi ribuan jemaah haji dari negara-negara Barat untuk tetap datang ke Makkah, Arab Saudi, meski pemerintah Amerika Serikat (AS) mengeluarkan peringatan perjalanan terkait perang antara AS, Israel, dan Iran.

Di tengah kondisi keamanan kawasan yang masih bergejolak, sejumlah jemaah mengaku tetap yakin menjalankan ibadah haji karena menilai Makkah sebagai tempat yang aman bagi umat Islam. Salah satunya disampaikan jemaah asal AS bernama Fadel.

“Bahkan jika perang masih berlangsung, saya tidak akan mundur,” kata Fadel.

Dia juga menegaskan keyakinannya terhadap keamanan Kota Makkah saat musim haji berlangsung.

“Kita tidak diragukan lagi berada di tempat teraman di dunia,” ujarnya.

Konflik di kawasan Timur Tengah sebelumnya meningkat setelah perang yang melibatkan AS dan Israel memicu serangan balasan Iran terhadap fasilitas AS di Arab Saudi serta sejumlah negara tetangga. Meski demikian, aktivitas ibadah haji tetap berlangsung dan diikuti umat Islam dari berbagai negara.

Kondisi geopolitik tersebut membuat sejumlah negara mengeluarkan imbauan perjalanan bagi warganya. Namun, banyak jemaah dari AS hingga Inggris tetap memilih berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam kelima.

Fenomena kedatangan jemaah Barat di tengah konflik kawasan itu sebagaimana dilansir Detikcom, Minggu (24/05/2026), yang mengutip laporan Agence France-Presse (AFP), menunjukkan tingginya antusiasme umat Islam menjalankan ibadah haji meski situasi keamanan regional belum sepenuhnya stabil.

Saat ini, ketegangan di Timur Tengah dilaporkan mulai mereda setelah muncul upaya gencatan senjata, walaupun kondisi perdamaian masih dinilai rentan. []

Redaksi1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com