Amerika Serikat dan Iran dilaporkan memasuki tahap akhir negosiasi damai dengan fokus pembahasan pada penyusunan redaksi perjanjian.
WASHINGTON – Proses negosiasi damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan memasuki fase penentuan setelah kedua negara disebut hampir mencapai kesepakatan akhir untuk meredakan konflik yang selama ini berlangsung panas. Pembahasan kini dikabarkan lebih terfokus pada penyusunan detail redaksi dalam dokumen perjanjian.
Sejumlah media di AS pada Sabtu (23/5/2026) melaporkan bahwa pembicaraan antara Washington dan Teheran mengalami perkembangan signifikan. Hambatan utama dalam proses tersebut disebut bukan lagi substansi kesepakatan, melainkan penyelarasan bahasa dalam naskah perjanjian.
Laporan Axios menyebutkan proses negosiasi saat ini berada pada tahap “penyusunan kata-kata”. Namun, Presiden AS Donald Trump dikabarkan belum memberikan keputusan final terkait rancangan kesepakatan tersebut.
Sementara itu, The Washington Times melaporkan Washington dan Teheran diperkirakan mengumumkan finalisasi rancangan perjanjian damai pada Minggu (24/5/2026). Informasi itu sebagaimana dilansir Fin pada Senin (25/05/2026).
Jika tercapai, kesepakatan tersebut dipandang menjadi langkah penting dalam meredakan ketegangan geopolitik antara kedua negara yang selama bertahun-tahun terlibat perselisihan terkait keamanan kawasan, program nuklir, dan kebijakan luar negeri. Pengamat menilai keberhasilan perundingan juga berpotensi memengaruhi stabilitas politik dan ekonomi global, terutama di kawasan Timur Tengah. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan