Korban lansia yang hilang saat memancing di Sungai Kapuas akhirnya ditemukan meninggal dunia setelah tim gabungan melakukan pencarian intensif selama tiga hari.
SANGGAU – Pencarian selama tiga hari terhadap seorang warga lanjut usia yang hilang saat memancing di Sungai Kapuas akhirnya berakhir setelah tim gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di perairan Pulau Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya (Kubu Raya), Rabu (03/06/2026). Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai dengan arus yang deras.
Korban diketahui berinisial HS (81), warga Dusun Piasak, Desa Pedalaman Utara, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau (Sanggau). HS sebelumnya dilaporkan hilang saat memancing di kawasan Sungai Kapuas dekat Jembatan Tayan, Desa Pulau Tayan Utara, Kecamatan Tayan Hilir, Senin (01/06/2026).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban berpamitan kepada keluarganya sekitar pukul 07.00 WIB untuk memancing di Sungai Kapuas. Aktivitas tersebut merupakan kebiasaan yang rutin dilakukan korban. Pada sore hari sekitar pukul 15.30 WIB, seorang warga bernama Amin masih melihat korban memancing di sekitar Jembatan Tayan. Namun hingga malam hari, korban tidak kunjung kembali ke rumah.
Khawatir dengan kondisi tersebut, keluarga berupaya melakukan pencarian secara mandiri. Setelah tidak membuahkan hasil, kejadian itu kemudian dilaporkan kepada warga, perangkat desa, dan aparat berwenang.
Anak korban, Hairani, secara resmi melaporkan peristiwa tersebut ke Kepolisian Sektor (Polsek) Tayan Hilir pada Selasa (02/06/2026). Menindaklanjuti laporan itu, aparat kepolisian bersama pemerintah desa, Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), Bintara Pembina Desa (Babinsa), relawan, dan masyarakat melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Kapuas.
Upaya pencarian terus diperluas setelah Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pontianak bergabung membantu operasi pencarian. Meski dilakukan sejak pagi hingga malam hari, korban belum berhasil ditemukan.
Memasuki hari ketiga, tim gabungan kembali menyisir sejumlah titik di aliran Sungai Kapuas. Di tengah operasi tersebut, tim menerima informasi mengenai penemuan sesosok mayat laki-laki yang mengapung di wilayah perairan Pulau Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya.
Korban ditemukan mengenakan pakaian yang sesuai dengan ciri-ciri HS, yakni baju putih dan celana pendek berwarna merah. Tim Basarnas Pontianak bersama aparat terkait kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan identifikasi.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tayan Hilir Kusdarwanto membenarkan identitas korban yang ditemukan tersebut.
“Berdasarkan hasil identifikasi di lapangan dan keterangan pihak keluarga, jenazah yang ditemukan di wilayah Pulau Limbung dipastikan merupakan HS yang sebelumnya dilaporkan hilang saat memancing di Sungai Kapuas. Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta mengapresiasi seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian,” katanya, sebagaimana diberitakan Tribun Pontianak, Rabu (03/06/2026).
Menurut Kapolsek Tayan Hilir, derasnya arus Sungai Kapuas diduga menyebabkan korban terbawa hingga puluhan kilometer ke arah hilir. Kondisi tersebut menjadi tantangan utama yang dihadapi tim gabungan selama proses pencarian berlangsung.
Sekitar pukul 11.30 WIB, jenazah diberangkatkan dari lokasi penemuan melalui jalur Sungai Kapuas menggunakan lima unit speed boat dengan pengawalan tim gabungan menuju Dusun Piasak. Jenazah kemudian tiba di rumah duka sekitar pukul 14.00 WIB dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Keluarga korban memutuskan menolak proses autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Setelah dibuatkan berita acara penolakan autopsi, jenazah diserahkan untuk dimakamkan sesuai adat dan ketentuan keluarga.
Polsek Tayan Hilir mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di perairan Sungai Kapuas, terutama ketika arus sungai sedang deras atau kondisi cuaca kurang bersahabat. Langkah kewaspadaan dinilai penting untuk mengurangi risiko kecelakaan serupa di masa mendatang. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan