Polisi masih menyelidiki kematian MAS, bocah 9 tahun di Jasinga, yang diduga tewas akibat serangan anjing pemburu babi saat memancing.
JAWA BARAT – Kepolisian masih menyelidiki kematian MAS, bocah laki-laki berusia 9 tahun, yang ditemukan tewas dengan luka di kepala di Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor (Bogor), Jawa Barat (Jabar), setelah diduga diserang anjing pemburu babi saat memancing.
Kasus ini menyita perhatian warga setelah beredar video yang memperlihatkan jenazah korban serta suasana emosional di lokasi. Dalam video tersebut, seorang pria yang mengaku sebagai ayah korban tampak marah kepada sekelompok orang yang membawa sejumlah anjing.
Situasi sempat memanas. Sejumlah warga juga disebut mengambil alih mobil yang membawa anjing pemburu tersebut setelah korban ditemukan meninggal dunia.
Pihak kepolisian membenarkan adanya penemuan jenazah anak di wilayah Jasinga. Polisi menyebut informasi awal dari warga mengarah pada dugaan korban digigit anjing pemburu babi.
“Betul, ada ditemukan mayat. Lokasi penemuannya di Desa Sipak, Jasinga. Korban usia 9 tahun, informasi dari keluarga usianya 9 tahun. Korban atas nama MAS,” kata Agus, Minggu (07/06/2026).
“Informasi awal dari warga, korban lagi mancing, digigit anjing (pemburu babi). Ini kan baru informasi awalnya, baru diduga. Setelah anggota cek ke lokasi, memang betul ada mayat anak kecil,” tambahnya.
Agus menjelaskan, jasad korban ditemukan warga yang melintas sekitar pukul 11.30 Waktu Indonesia Barat (WIB). Saat ditemukan, korban tergeletak di area rerumputan dengan luka pada bagian kepala.
“(Korban) Luka di kepala. Bentuk lukanya sih acak ya. Iya (bukan akibat senjata tajam), kalau pada saat di TKP, ketika kita datang memang tidak ditemukan, tidak ada (anjingnya),” sambungnya.
Hingga kini, polisi masih memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti kematian korban. Dugaan serangan anjing pemburu masih menjadi informasi awal yang perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan.
“Masih tahapan proses pemeriksaan dulu saksi-saksi, masih penyelidikan,” imbuhnya.
Kasus ini diharapkan segera menemukan titik terang, sekaligus menjadi perhatian bagi warga dan pemilik anjing pemburu agar lebih ketat mengawasi hewan saat berada di sekitar permukiman maupun area aktivitas masyarakat. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan