Penggalangan dana untuk mendukung program pengembangbiakan orangutan Kalimantan Hayato dan Jennifer di Jepang berhasil melampaui target dan mencapai sekitar Rp1,4 miliar.
KOBE – Dukungan publik terhadap konservasi orangutan Kalimantan di Kebun Binatang Tobe, Prefektur Ehime, Jepang, mengalir deras setelah penggalangan dana untuk mendukung program pengembangbiakan Hayato dan Jennifer berhasil melampaui target.
Dana yang semula ditargetkan sebesar 10 juta yen atau sekitar Rp1,13 miliar terkumpul hanya dalam 27 hari. Hingga akhir April, donasi mencapai 12,55 juta yen atau sekitar Rp1,4 miliar dari 629 donatur.
Dua orangutan Kalimantan tersebut, Hayato dan Jennifer, sama-sama berusia 15 tahun dan berasal dari Indonesia. Program pengembangbiakan ini menjadi perhatian karena populasi orangutan di fasilitas penangkaran Jepang terus menurun dalam satu dekade terakhir.
Gubernur Prefektur Ehime Tokihiro Nakamura menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat terhadap program konservasi tersebut, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Minggu, (07/06/2026).
“Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah mendukung kami,” ujar dia.
Kebun Binatang Tobe berencana menggunakan dana tersebut untuk membeli peralatan pendukung konservasi, antara lain alat analisis hormon, kamera pengawas 24 jam, ayunan orangutan untuk mengurangi stres, serta peralatan diagnostik ultrasonik.
Pada 2024, Pemerintah Prefektur Ehime menandatangani perjanjian konservasi satwa liar dengan Indonesia. Dalam kerja sama itu, Jennifer dipinjam untuk tujuan pengembangbiakan dan mulai dirawat di Kebun Binatang Tobe sejak Desember 2025.
Setelah melalui masa adaptasi dengan musim dingin Jepang, Jennifer diperkenalkan kepada publik dalam upacara perkenalan bersama Hayato pada Sabtu (06/06/2026) waktu setempat.
Program ini diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian orangutan Kalimantan di fasilitas penangkaran Jepang sekaligus meningkatkan kepedulian publik terhadap satwa langka asal Indonesia. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan