Wabup PPU Abdul Waris Muin meminta pengelolaan dapur MBG terus dibenahi agar pemenuhan gizi penerima manfaat berjalan sesuai standar BGN.
PENAJAM PASER UTARA – Wakil Bupati (Wabup) Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Waris Muin menyoroti kualitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Babulu dan SMP Negeri 3 PPU, Selasa (09/06/2026).
Monitoring dilakukan untuk memastikan program MBG berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) Badan Gizi Nasional (BGN), terutama terkait penyediaan bahan makanan, pemenuhan gizi, dan kualitas layanan bagi penerima manfaat.
Dalam kegiatan itu, Wabup PPU didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan PPU, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan PPU, Sekretaris Kecamatan Babulu, Kepala Seksi (Kasi) Kecamatan Babulu, perwakilan Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah (Setda) PPU, serta Koordinator Wilayah (Korwil) BGN.
Abdul Waris Muin mengatakan, secara umum pelaksanaan program MBG di PPU berjalan baik. Dari sejumlah dapur yang ditinjau, beberapa di antaranya dinilai telah memenuhi standar yang ditetapkan BGN.
“Alhamdulillah, dari beberapa dapur yang kami sidak, ada dua dapur yang menurut penilaian kami sudah sangat baik dan memenuhi standar serta SOP dari BGN Pusat,” ujarnya.
Meski begitu, ia menegaskan masih ada dapur yang perlu dibenahi, khususnya terkait sistem penyuplaian bahan makanan dan pemenuhan standar gizi. Menurutnya, dua aspek tersebut harus menjadi perhatian agar kualitas layanan kepada masyarakat tetap terjaga.
“Kami khawatir terkait penyuplaian bahan makanan dan pemenuhan gizinya. Semua harus sesuai dengan standar yang diberikan oleh BGN Pusat,” katanya.
Selama pemantauan, Abdul Waris Muin menyebut pengelola dapur dan pihak sekolah memberikan pelayanan baik kepada tim monitoring. Ia juga menilai siswa penerima manfaat merasa terbantu dengan keberadaan program MBG.
“Anak-anak merasa puas dengan adanya program MBG ini. Pemenuhan gizinya juga berjalan dengan baik,” tambahnya.
Ia mengatakan, program MBG sebagai salah satu program prioritas pemerintah pusat telah memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi pelajar, tetapi juga bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan lanjut usia.
Menurutnya, berbagai informasi negatif terkait program MBG tidak mencerminkan keseluruhan kondisi di lapangan. Sebab, mayoritas masyarakat penerima manfaat justru memberikan respons positif.
“Pada intinya masyarakat merasa puas dan berterima kasih dengan adanya program MBG ini karena manfaatnya benar-benar dirasakan,” ujarnya.
Wabup PPU berharap pelaksanaan program MBG terus ditingkatkan melalui evaluasi dan pembenahan tata kelola. Ia juga berharap seluruh sekolah, dapur, dan penerima manfaat memperoleh layanan secara merata.
“Kami berharap ke depan program ini semakin baik, tata kelolanya semakin rapi, dan seluruh pihak yang terlibat maupun masyarakat penerima manfaat dapat merasakan manfaatnya secara merata,” pungkasnya. []
Penulis: Subur Priono | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan