Tiga pelaut India meninggal setelah kapal Settebello diserang pasukan AS di dekat Selat Hormuz, memicu protes keras Pemerintah India kepada Washington.
MUSCAT – Kematian tiga pelaut India setelah kapal Settebello diserang pasukan Amerika Serikat (AS) di perairan lepas pantai Oman, dekat Selat Hormuz, memicu protes keras Pemerintah India dan menambah sorotan terhadap keselamatan kapal komersial di jalur pelayaran strategis dunia.
Menteri Perhubungan (Menhub) India Sarbananda Sonowal mengonfirmasi tiga pelaut tersebut meninggal dunia pada Kamis (11/06/2026). Sebelumnya, ketiganya dilaporkan hilang setelah serangan AS menghantam kapal Settebello yang membawa 24 pelaut India.
Insiden itu terjadi pada Selasa (09/06/2026) malam, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Kamis, (11/06/2026). Kapal Settebello disebut sedang melintasi Teluk Oman dan membawa minyak Iran ketika diserang oleh pasukan AS.
Komando Pusat AS (United States Central Command/CENTCOM), unit militer AS yang bertanggung jawab di kawasan Timur Tengah, menyatakan telah meluncurkan serangan “presisi” terhadap kapal tersebut. CENTCOM menyebut serangan dilakukan karena kapal tidak mengindahkan aturan pasukan AS.
Settebello merupakan kapal tanker produk kimia atau minyak berbendera Palau. Setelah diserang, kapal tersebut dilaporkan mengalami kebakaran di ruang mesin.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) India menyatakan sebanyak 21 pelaut berhasil diselamatkan dalam insiden tersebut. Sementara itu, tiga pelaut lainnya sempat dilaporkan hilang sebelum akhirnya dikonfirmasi meninggal dunia.
Kemlu India mengecam keras serangan terhadap kapal komersial tersebut. Pemerintah India juga memanggil Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar AS di New Delhi, Jason Meeks, untuk menyampaikan protes diplomatik.
“Kedutaan kami di Oman memantau situasi dengan cermat dan secara proaktif berkoordinasi dengan pihak berwenang dalam operasi pencarian dan penyelamatan yang sedang berlangsung,” demikian pernyataan Kemlu India.
“Penargetan terhadap kapal komersial dan infrastruktur sipil di wilayah ini harus diakhiri,” lanjut Kemlu India.
Serangan terhadap Settebello menambah ketegangan di kawasan sekitar Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi terpenting dunia. Insiden ini juga memperkuat kekhawatiran atas risiko yang dihadapi awak kapal sipil di tengah meningkatnya operasi militer dan konflik geopolitik di kawasan tersebut. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan