Taiwan Tembakkan Roket HIMARS, Ketegangan dengan China Memanas

Militer Taiwan menggelar latihan tembak langsung HIMARS di pantai barat sebagai bagian dari peningkatan kesiapan menghadapi tekanan militer China.

TAIPEI – Latihan tembak langsung militer Taiwan dengan sistem roket High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) menjadi sinyal peningkatan kesiapan pertahanan pulau itu di tengah tekanan militer China yang terus berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.

Militer Taiwan untuk pertama kalinya meluncurkan roket ke arah barat, yakni wilayah perairan yang menghadap China, pada Rabu (10/06/2026). Latihan tersebut dilakukan di pantai barat Taiwan sebagai bagian dari simulasi menghadapi kemungkinan invasi dan uji kemampuan serangan presisi, sebagaimana dilansir Cnn Indonesia, Rabu, (10/06/2026).

Personel Angkatan Darat Taiwan Wang Ming Hui mengatakan latihan itu digelar menggunakan HIMARS, sistem peluncur roket yang dipasok Amerika Serikat (AS). Menurut dia, latihan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan Taiwan menghadapi ancaman keamanan.

“Karena ancaman musuh saat ini, kami akan melanjutkan pelatihan HIMARS dengan tekad yang teguh guna melindungi Taiwan sebagai kekuatan terkuat negara,” kata Wang.

Dalam latihan tersebut, militer Taiwan tidak menggunakan roket jarak jauh. Roket yang ditembakkan disebut hanya meluncur dalam jarak pendek dari pantai sebelum jatuh ke laut.

HIMARS dikenal sebagai sistem roket ringan dan bergerak cepat. Sistem ini dapat membawa enam roket dan memiliki jangkauan hingga 300 kilometer. Pada Desember 2025, AS mengumumkan rencana penjualan 82 unit HIMARS kepada Taiwan.

Perwakilan Taiwan untuk AS Alexander Yui membenarkan bahwa militer Taiwan sedang berlatih menggunakan sistem HIMARS yang baru diperoleh. Ia mengatakan posisi geografis Taiwan membuat arah latihan tembak menjadi terbatas.

“Kami adalah sebuah pulau, kami hanya bisa melakukan pengambilan gambar ke timur atau barat. Mereka memilih barat,” ucap Yui.

Latihan ini berlangsung di tengah meningkatnya aktivitas militer China di sekitar Taiwan. Beijing dalam beberapa tahun terakhir kerap mengerahkan kapal perang dan pesawat ke wilayah dekat Taiwan, termasuk menggelar latihan besar yang mengepung pulau tersebut.

Beijing memandang Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk mempertahankan klaim tersebut. Sementara itu, Taiwan terus memperkuat kemampuan pertahanan dengan dukungan persenjataan dari AS. Latihan HIMARS ini dipandang sebagai bagian dari strategi Taiwan untuk meningkatkan daya tangkal sekaligus menunjukkan kesiapan menghadapi eskalasi keamanan di kawasan. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com