ilustrasi

Kondisi Wanita Kobar Stabil Usai Diduga Minum Racun Rumput

Perempuan berinisial E asal Desa Tempayung, Kobar, dilaporkan stabil dan mulai sadar setelah mendapat perawatan intensif di RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.

KOTAWARINGIN BARAT – Perempuan berinisial E, warga Desa Tempayung, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dilaporkan dalam kondisi stabil setelah sebelumnya dilarikan ke rumah sakit di Pangkalan Bun karena diduga mengonsumsi racun rumput, Selasa, (16/06/2026) malam.

Kondisi terbaru pasien tersebut disampaikan Direktur Rumah Sakit (RS) Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Fachruddin atau Unding, sebagaimana dilansir Detikkalimantan, Rabu, (17/06/2026).

“Kondisi pasien stabil dan sudah mulai sadarkan diri,” ujar Unding, Rabu, (17/06/2026).

Saat ini, pasien masih menjalani perawatan intensif di RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Tim medis juga masih memasang Nasogastric Tube (NGT), yakni selang tipis dan fleksibel yang dimasukkan melalui hidung menuju lambung untuk membantu proses pemberian obat.

“Saat ini tim dokter masih memasang NGT guna memasukkan obat bagi korban. Tim dokter akan terus mengontrol kondisi korban berikutnya,” ujarnya.

Sebelumnya, E dilarikan ke rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan akibat mengonsumsi racun rumput. Peristiwa tersebut sempat menggegerkan warga sekitar yang kemudian berupaya memberikan pertolongan.

E diketahui berdomisili di Jalan Demung Cingka RT 03, Desa Tempayung, Kecamatan Kotawaringin Lama. Setelah mengetahui kondisi E, warga bersama petugas segera memberikan pertolongan pertama sebelum mengevakuasinya ke Pangkalan Bun untuk mendapatkan penanganan medis.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kotawaringin Lama Fritson membenarkan adanya laporan terkait dugaan percobaan bunuh diri tersebut. Menurut dia, korban telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

“Info sementara benar adanya dugaan percobaan bunuh diri. Saat ini korban dibawa ke rumah sakit di Pangkalan Bun untuk mendapatkan perawatan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu, (17/06/2026).

Hingga kini, fokus utama penanganan berada pada pemulihan kondisi pasien. Pihak rumah sakit masih melakukan pemantauan lanjutan, sementara informasi mengenai latar belakang peristiwa tersebut belum dijelaskan lebih lanjut. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com