Dari Perbatasan ke Penas KTNA, Kontingen Nunukan Bawa Misi Inovasi

Kontingen Nunukan bertolak melalui Pelabuhan Tunon Taka menuju Gorontalo untuk mengikuti Penas KTNA XVII dengan misi membawa pulang ilmu, inovasi, dan jaringan bagi sektor pertanian serta perikanan daerah.

NUNUKAN – Perjalanan laut yang panjang menjadi bagian dari perjuangan Kontingen Kabupaten Nunukan saat bertolak dari Pelabuhan Tunon Taka menuju Gorontalo untuk mengikuti Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII Tahun 2026, Selasa (16/06/2026).

Kontingen Nunukan diberangkatkan menggunakan Kapal Sabuk Nusantara. Mereka membawa misi memperluas wawasan, menyerap inovasi, dan mengharumkan nama daerah pada forum nasional yang mempertemukan petani, nelayan, pelaku usaha, serta pelaku pembangunan pertanian dari seluruh Indonesia, sebagaimana dilansir Simp4tik, Selasa, (16/06/2026).

Berbeda dari sebagian kontingen lain yang dapat menempuh perjalanan udara, peserta dari Nunukan harus melewati jalur laut selama berhari-hari. Kondisi itu menjadi gambaran tantangan geografis wilayah perbatasan sekaligus menunjukkan ketangguhan para petani dan nelayan dalam mengejar pengetahuan untuk kemajuan daerah.

Pelepasan kontingen di dermaga Pelabuhan Tunon Taka berlangsung haru dan penuh semangat. Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Nunukan, Arief Budiman, hadir langsung untuk melepas keberangkatan peserta sebelum kapal bertolak menuju Gorontalo.

Dalam sambutannya, Arief mengapresiasi keberanian dan tekad seluruh peserta. Ia meminta kontingen tetap menjaga semangat selama perjalanan dan fokus mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Penas KTNA XVII.

“Nikmati perjalanannya, tapi tetap fokus pada setiap kegiatan yang ada. Ilmu dan pengalaman yang kalian dapatkan di sana harus bisa memberikan manfaat nyata bagi daerah ketika sudah kembali ke Nunukan,” ujar Arief Budiman di hadapan para peserta yang berbaris rapi di dermaga.

Arief menilai perjalanan laut yang harus ditempuh kontingen bukan hal ringan. Menurutnya, pengorbanan meninggalkan keluarga dan waktu selama mengikuti kegiatan nasional harus dibayar dengan kesungguhan menyerap ilmu serta pengalaman baru.

“Perjalanan ini tidak mudah. Kalian melewati lautan, meninggalkan keluarga, dan mengorbankan waktu. Maka pastikan setiap detik di Gorontalo dimanfaatkan sebaik-baiknya. Pulang membawa ilmu, bukan sekadar cerita,” tegasnya penuh semangat.

Selama berada di Gorontalo, peserta dijadwalkan mengikuti berbagai agenda, mulai dari temu wicara, temu profesi, temu usaha, studi banding, hingga pagelaran seni budaya. Kegiatan itu diharapkan dapat membuka ruang pertukaran pengalaman dan penguatan jaringan antarpetani serta nelayan dari berbagai daerah.

Sebelum keberangkatan melalui Pelabuhan Tunon Taka, Bupati Nunukan, Irwan Sabri, telah melepas kontingen secara resmi dalam seremoni di Lantai IV Kantor Bupati Nunukan, Senin (15/06/2026). Dalam kesempatan itu, Bupati Nunukan berpesan agar peserta menjadi agen perubahan dengan membawa pulang inovasi untuk sektor pertanian dan perikanan.

Penas KTNA XVII menjadi ruang penting bagi kontingen Nunukan untuk mempelajari inovasi di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan setelah peserta kembali, terutama untuk memperkuat ketahanan pangan dan pembangunan sektor produktif di wilayah perbatasan. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com