Rusia Gempur Kyiv Usai Peringatan Zelensky, 11 Orang Terluka

Serangan rudal balistik dan drone Rusia ke Kyiv mengakibatkan sedikitnya 11 orang terluka, merusak sejumlah bangunan, dan memicu operasi penyelamatan warga.

KYIV
– Sedikitnya 11 orang mengalami luka-luka setelah Rusia melancarkan serangan rudal balistik dan drone ke Kota Kyiv, Ukraina, pada Rabu (01/07) malam waktu setempat. Serangan tersebut juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan, memicu kebakaran, serta mengakibatkan satu orang dilaporkan meninggal dunia.

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan seluruh korban luka telah mendapatkan perawatan di rumah sakit. Selain itu, tim penyelamat dikerahkan untuk mengevakuasi warga yang diduga masih terjebak di dalam bangunan sembilan lantai yang mengalami kerusakan akibat serangan.

Klitschko juga mengungkapkan sebuah pos ambulans turut menjadi sasaran serangan sehingga menyebabkan petugas medis terluka.

Serangan terbaru itu terjadi setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan adanya potensi serangan besar dari Rusia berdasarkan informasi intelijen. Sebagaimana dilansir Detik, Kamis (02/07/2026), Zelensky telah meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan eskalasi konflik.

“Itulah tepatnya ancaman yang kita hadapi malam ini,” kata Zelensky dalam sebuah unggahan di X.

Sebelumnya, pada Rabu malam, Zelensky meminta warga untuk tetap waspada dan segera merespons sirene peringatan serangan udara. Ia menyatakan Presiden Rusia Vladimir Putin telah “mempersiapkan serangan besar-besaran terhadap Ukraina untuk beberapa waktu.”

Sejumlah warga memilih berlindung di stasiun metro ketika sirene serangan udara mulai berbunyi sekitar pukul 20.00 waktu setempat. Mereka bersiap menghadapi kemungkinan serangan lanjutan sepanjang malam.

Di sisi lain, Ukraina dalam beberapa pekan terakhir juga meningkatkan operasi serangan menggunakan drone jarak jauh ke wilayah Rusia. Infrastruktur energi menjadi salah satu sasaran utama dalam strategi yang disebut Zelensky sebagai upaya menekan Moskow agar mengakhiri perang.

Pada pekan sebelumnya, Rusia mengklaim berhasil mencegat sekitar 660 drone Ukraina di 12 wilayahnya, yang disebut sebagai salah satu serangan drone terbesar sejak invasi skala penuh dimulai pada 2022.

Konflik yang masih berlangsung terus meningkatkan risiko korban jiwa dan kerusakan infrastruktur di kedua negara, sementara upaya penyelesaian perang melalui jalur diplomasi hingga kini belum menunjukkan perkembangan signifikan. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com