Iran menyatakan kemampuan intelijen dan pertahanan di wilayah perbatasan berhasil mencegah potensi ancaman kelompok bersenjata di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS dan Israel.
TEHERAN – Iran menyatakan kemampuan intelijennya di wilayah barat laut berhasil memperkuat pencegahan terhadap aktivitas kelompok bersenjata yang disebut berupaya mengganggu stabilitas keamanan negara. Klaim tersebut disampaikan sejumlah pejabat Iran di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Komandan Angkatan Darat Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Mohammad Karami mengatakan pasukan Iran yang ditempatkan di wilayah barat laut telah memiliki kesiapan untuk menghadapi berbagai ancaman keamanan. Ia menyebut pengalaman operasi selama bertahun-tahun menjadi modal utama dalam menjaga wilayah perbatasan.
Karami menyatakan kemampuan pertahanan Iran saat ini didukung oleh kombinasi keyakinan, teknologi modern, dan kapasitas ilmiah. Ia memperingatkan pihak-pihak yang dianggap sebagai ancaman agar tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik di kawasan.
“Markas kelompok teroris di Sulaymaniyah, Irak, telah dihantam,” kata IRGC dalam pernyataan singkat.
Sementara itu, anggota parlemen Iran Hassan Ghashghavi yang juga menjadi juru bicara Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran menyebut negaranya memiliki keunggulan intelijen di wilayah perbatasan. Pernyataan tersebut disampaikan sebagaimana diwartakan Sindo, Selasa (04/08/2026).
“Ada pergerakan di Kurdistan, tetapi kami memiliki keunggulan intelijen penuh,” kata Ghashghavi kepada SNN pada Senin.
Menurut Ghashghavi, informasi yang diperoleh lembaga keamanan Iran telah membantu pelaksanaan sejumlah operasi pencegahan terhadap potensi ancaman. Ia juga menuding terdapat upaya pihak asing untuk memanfaatkan kelompok separatis di wilayah Kurdistan guna melemahkan Iran.
Pemerintah Iran sebelumnya menyatakan telah mengambil langkah keamanan terhadap kelompok bersenjata yang beroperasi di sekitar wilayah perbatasan, terutama yang berbasis di wilayah Kurdistan Irak. Iran juga menjalin kerja sama keamanan dengan pemerintah Irak untuk menghadapi kelompok yang dianggap mengancam keamanan kedua negara.
Dalam beberapa tahun terakhir, Iran melaporkan sejumlah operasi menggunakan rudal dan pesawat nirawak (drone) terhadap lokasi yang disebut sebagai tempat persembunyian kelompok bersenjata di kawasan perbatasan. Teheran menilai langkah tersebut diperlukan untuk mencegah infiltrasi dan serangan terhadap wilayahnya.
Iran juga menuduh adanya dugaan dukungan asing terhadap kelompok bersenjata Kurdi dalam upaya menciptakan ketidakstabilan di dalam negeri. Namun, tuduhan tersebut tidak disertai bukti terbuka yang dapat diverifikasi secara independen.
Ketegangan Iran dengan AS dan Israel meningkat setelah konflik regional yang melibatkan kedua pihak. Situasi tersebut membuat kawasan perbatasan Iran menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian keamanan tinggi dari pemerintah Teheran.
Di tengah kondisi itu, Iran menegaskan akan terus memperkuat pengawasan wilayah dan kemampuan intelijen untuk menjaga stabilitas nasional serta menghadapi berbagai potensi ancaman keamanan di masa mendatang. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan