Perumda Tirta Kencana menginvestasikan sekitar Rp6 miliar untuk memproduksi Samaqua yang ditargetkan menjadi sumber pendapatan baru bagi Pemkot Samarinda.
SAMARINDA – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kencana Kota Samarinda resmi meluncurkan air minum dalam kemasan (AMDK) bermerek Samaqua, Rabu (05/08/2026). Produk yang dikembangkan dengan investasi awal sekitar Rp6 miliar tersebut diproyeksikan menjadi sumber pendapatan baru bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.
Peluncuran Samaqua berlangsung di halaman pabrik pengolahan Perumda Tirta Kencana, Jalan Trikora, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Samarinda. Kegiatan itu dihadiri Wali Kota Samarinda Andi Harun.
Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kota Samarinda sekaligus Dewan Pengawas Perumda Tirta Kencana, Marnabas, mengatakan Samaqua mulai dipasarkan dalam kemasan botol berukuran 220 mililiter dan 330 mililiter serta galon isi ulang.
Pada tahap awal, Perumda Tirta Kencana menargetkan produksi sekitar 300 hingga 350 dus air minum kemasan botol per hari. Perusahaan juga menargetkan produksi sekitar 100 galon isi ulang setiap hari.

“Untuk tahap awal memang kapasitasnya masih terbatas. Nanti kami akan terus meningkatkan produksi sesuai kebutuhan pasar,” ujar Marnabas kepada awak media di sela peluncuran Samaqua.
Marnabas menjelaskan, pengembangan Samaqua membutuhkan waktu sekitar satu setengah tahun. Proses tersebut meliputi kegiatan riset dan pengembangan atau research and development (R&D), pembangunan fasilitas produksi, pengadaan peralatan, hingga pemenuhan persyaratan perizinan.
Produk tersebut juga telah melewati tahapan pengujian dan pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta memperoleh sertifikasi halal. Pengawasan dilakukan untuk memastikan mutu, keamanan, dan kelayakan produk sebelum dipasarkan kepada masyarakat.
“Mereka datang tanpa pemberitahuan untuk mengambil sampel langsung dari proses produksi,” kata pria kelahiran Pinrang tahun 1968 ini.
Menurut Marnabas, pemeriksaan tanpa pemberitahuan tersebut merupakan bagian dari sistem pengawasan kualitas untuk memastikan seluruh proses produksi memenuhi standar keamanan pangan.
Perumda Tirta Kencana juga berkomitmen menerapkan tata kelola bisnis secara profesional. Pengelolaan unit usaha AMDK tersebut nantinya direncanakan diserahkan kepada tenaga profesional setelah memiliki fondasi bisnis yang kuat dan mampu beroperasi secara mandiri.
“Kami ingin ke depan dikelola secara profesional. Setelah bisnisnya kuat dan mampu berdiri sendiri, pengelolaannya akan diserahkan kepada tenaga profesional agar bisa berkembang lebih cepat,” ungkap Marnabas.
Bahan baku Samaqua berasal dari air Sungai Mahakam yang diolah melalui Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik Perumda Tirta Kencana. Air tersebut kemudian melewati tiga tahapan sterilisasi tambahan sebelum memasuki proses pengemasan.
Pengembangan unit usaha tersebut didukung investasi awal sekitar Rp6 miliar untuk pembangunan fasilitas produksi dan pengadaan peralatan. Pemkot Samarinda juga merencanakan penambahan mesin agar setiap ukuran kemasan dapat diproduksi melalui jalur terpisah.
Penambahan peralatan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus mengoptimalkan distribusi Samaqua kepada konsumen.
“Bahan baku Samaqua berasal dari air Sungai Mahakam yang telah melalui instalasi pengolahan air (IPA), kemudian kembali diproses melalui tiga tahap sterilisasi sebelum dikemas. Dengan investasi awal sekitar Rp 6 miliar, pemerintah juga berencana menambah mesin produksi agar setiap ukuran kemasan dapat diproduksi secara terpisah dan kapasitas meningkat,” tutur Marnabas.
Dalam jangka panjang, Perumda Tirta Kencana menargetkan Samaqua tidak hanya menjadi alternatif produk air minum bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat pendapatan perusahaan daerah dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan Pemkot Samarinda.
“Target jangka panjangnya adalah menjadikan Samaqua sebagai salah satu sumber pendapatan baru bagi Kota Samarinda tanpa mengabaikan kualitas produk,” tutup Marnabas. []
Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan