Tujuh perempuan di Banjarmasin menjadi korban video pornografi hasil rekayasa AI, sementara pengembangan kasus terhadap MF turut mengungkap temuan 36 butir ekstasi dan sabu seberat 2,28 gram.
BANJARMASIN – Tujuh perempuan menjadi korban penyebaran video pornografi hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Dalam pengembangan kasus tersebut, polisi juga menemukan 36 butir ekstasi dan sabu seberat 2,28 gram di kediaman pria berinisial MF yang telah diamankan sebagai terduga pelaku.
MF diamankan Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banjarmasin di kawasan Belitung Darat, Kecamatan Banjarmasin Barat, Rabu (12/08/2026), setelah polisi menerima laporan dari sejumlah perempuan yang menjadi korban.
Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Banjarmasin Riza Muttaqin mengatakan para korban menerima kiriman video melalui aplikasi WhatsApp dari nomor yang tidak dikenal. Video tersebut merupakan hasil rekayasa menggunakan AI sehingga menampilkan korban seolah-olah tidak mengenakan pakaian.
“Dalam kasus ini, sebanyak tujuh orang perempuan dilaporkan menjadi korban. Para korban menerima pesan WhatsApp dari nomor tidak dikenal yang mengirimkan video hasil suntingan AI seolah-olah korban tidak menggunakan busana,” ujar Riza dalam konferensi pers, Kamis (13/08/2026).
Kasus tersebut, sebagaimana diberitakan Bacakabar, Kamis, (13/08/2026), kemudian dikembangkan polisi dengan mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan penyebaran konten hasil rekayasa tersebut.
Polisi menyita telepon genggam dan kartu memori berkapasitas 16 gigabita (GB) dari MF. Perangkat tersebut menjadi bagian dari barang bukti yang diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Pengembangan perkara kemudian membawa petugas ke kediaman MF. Di lokasi tersebut, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika.
Barang bukti yang ditemukan terdiri atas 36 butir ekstasi berlogo tengkorak, satu paket sabu dengan berat bersih 2,28 gram, timbangan digital, serta dua klip plastik.
Menurut Riza, MF mengakui narkotika yang ditemukan tersebut digunakan untuk konsumsi pribadi. Polisi masih mendalami dugaan keterkaitan penyalahgunaan narkotika dengan tindakan MF menyebarkan video hasil rekayasa AI kepada para korban.
“Sementara diduga karena pengaruh narkotika. Narkoba yang ditemukan diakui MF untuk konsumsi pribadi,” tutur Riza.
Kasus tersebut kini tidak hanya berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan teknologi AI untuk memanipulasi konten seksual yang merugikan tujuh perempuan, tetapi juga berkembang ke dugaan penyalahgunaan narkotika. Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap motif, pola penyebaran video, serta kemungkinan adanya korban atau keterlibatan pihak lain. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan