Pemerintah Venezuela memangkas jam kerja pegawai negeri setelah permintaan listrik melonjak jauh di atas kapasitas pasokan yang tersedia.
CARACAS – Pemerintah Venezuela memangkas jam kerja seluruh pegawai negeri sebagai langkah mengurangi tekanan terhadap jaringan listrik nasional yang menghadapi lonjakan konsumsi. Kebijakan tersebut diterapkan setelah permintaan listrik mencapai 15.726 megawatt, sementara kapasitas pasokan yang tersedia hanya sekitar 12.000 megawatt.
Presiden Sementara Venezuela Delcy Rodriguez mengatakan pegawai sektor publik akan menjalani pola kerja bergantian. Kebijakan itu tidak diberlakukan terhadap layanan penting, termasuk sektor kesehatan. Informasi tersebut sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Sabtu (15/08/2026).
“pekerja sektor publik akan bekerja setiap dua hari sekali dan setengah hari kerja untuk semua karyawan,” kata Rodriguez, Rabu (12/8).
Pemerintah Venezuela mengambil kebijakan tersebut ketika konsumsi listrik berada pada tingkat tertinggi dalam hampir satu dekade. Rodriguez menyebut lonjakan permintaan tidak semata-mata dipengaruhi kondisi cuaca, tetapi juga berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi.
“Jaringan listrik nasional telah mengalami permintaan yang tinggi bukan hanya karena situasi iklim, tetapi juga karena pertumbuhan ekonomi,” ujar Rodriguez, Selasa (11/8).
Tekanan terhadap sistem kelistrikan turut terlihat dari pemadaman yang semakin sering terjadi di sejumlah wilayah di luar Caracas. Kondisi itu bahkan memicu protes dalam beberapa pekan terakhir.
Pemadaman listrik di daerah pedalaman Venezuela disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun. Sejumlah ahli mengaitkan persoalan tersebut dengan buruknya pengelolaan jaringan serta minimnya pemeliharaan infrastruktur kelistrikan.
Sementara itu, Caracas relatif lebih jarang mengalami pemadaman dibandingkan wilayah lainnya. Namun, sejumlah gangguan listrik juga dilaporkan terjadi di ibu kota tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
Langkah penghematan listrik itu diumumkan Rodriguez ketika pemerintah menandatangani perjanjian dengan perusahaan Argentina IMPSA untuk menyelesaikan proyek pembangkit listrik tenaga air di negara bagian BolĂvar Selatan.
Sebelumnya, pemerintah Venezuela juga mencapai kesepakatan dengan perusahaan utilitas Amerika Serikat General Electric pada Juni untuk meningkatkan pasokan listrik.
Kebijakan pengurangan jam kerja pegawai negeri menjadi salah satu langkah pemerintah Venezuela menghadapi keterbatasan pasokan listrik sekaligus menjaga stabilitas jaringan di tengah meningkatnya kebutuhan energi. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan