Trump Ancam Klaim Selat Hormuz, Iran Beri Perlawanan

Iran menolak ancaman Donald Trump untuk menjadikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS dan menegaskan Teheran tidak gentar menghadapi tekanan Washington.

TEHERAN – Iran menegaskan tidak akan menyerahkan kendali atas Selat Hormuz setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menjadikan jalur pelayaran strategis tersebut sebagai bagian dari wilayah AS. Teheran menyatakan ancaman dan pengerahan kekuatan Washington tidak akan membuatnya mundur.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyampaikan sikap tersebut melalui unggahan di X. Ia menegaskan keputusan membuka atau menutup Selat Hormuz berada di bawah kendali Iran. Pernyataan itu sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Sabtu (15/08/2026).

“Selat Hormuz tidak bisa direbut hanya melalui cuitan, kapal induk, perintah, maupun pidato kampanye pemilu,” tulis Gharibabadi di X.

“Iran tidak takut pada ancaman maupun gentar menghadapi unjuk kekuatan,” imbuhnya.

Gharibabadi juga mengeklaim AS telah mengalami “kekalahan strategis yang telak”. Ia menegaskan Selat Hormuz merupakan wilayah yang diklaim Iran dan menyatakan posisi tersebut tidak akan berubah.

“Selat ini hanya akan ditutup dan dibuka di bawa kendali Iran. Teheran akan mempertahankan blokade ini sampai AS menerima kenyataan akan kekalahan,” kata dia.

Pernyataan Gharibabadi merupakan respons terhadap ancaman Trump yang sebelumnya disampaikan dalam sebuah pidato di Nassau County, New York. Trump mengatakan akan menetapkan Selat Hormuz sebagai wilayah AS setelah Iran dikalahkan.

“Setelah kita selesai mengalahkan Iran yang sedang mengalami kekalahan telak, saya akan segera menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat,” kata Trump sambil terkekeh, dalam sebuah rapat di akademi kepolisian New York.

“Itu benar,” imbuhnya, seperti dikutip AFP.

Ketegangan kedua negara saat ini juga berimbas pada aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Iran menolak memberikan akses kepada sebagian besar kapal sipil, sedangkan Angkatan Laut AS melakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sebagai bagian dari tekanan untuk melemahkan perekonomian Teheran.

Kebuntuan tersebut membuat Selat Hormuz tetap menjadi salah satu titik utama dalam konflik AS-Iran. Jalur tersebut memiliki posisi strategis bagi lalu lintas pelayaran dan distribusi energi dunia.

Di tengah ketegangan itu, Trump pada awal pekan ini mengisyaratkan bahwa pemerintahannya akan lebih mengandalkan tekanan ekonomi terhadap Iran dibandingkan tindakan militer. Namun, pernyataan mengenai Selat Hormuz menunjukkan perselisihan kedua negara masih berpotensi meningkatkan ketegangan di kawasan. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com