Ketiadaan akses jalan dan karakter lahan gambut menyulitkan penanganan kebakaran di perbatasan Desa Menaren-Tekalong, sementara petugas mewaspadai bara yang berpotensi kembali memicu api.
KAPUAS HULU – Ketiadaan akses jalan dan karakter lahan gambut menjadi kendala utama penanganan kebakaran lahan di kawasan perbatasan Desa Menaren dan Desa Tekalong, Kecamatan Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu (Kapuas Hulu), Kalimantan Barat (Kalbar), Jumat (14/08/2026). Meski api tidak lagi terlihat pada malam hari, petugas mewaspadai bara yang berpotensi tersimpan di bawah permukaan gambut dan kembali memicu kebakaran.
Kebakaran di kawasan tersebut terpantau sekitar pukul 16.15 WIB. Tim gabungan kemudian melakukan pemantauan mulai pukul 18.30 WIB dengan melibatkan Kepolisian Sektor (Polsek) Mentebah, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Hulu, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kapuas Hulu Selatan, serta masyarakat setempat.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, titik kebakaran diperkirakan berada sekitar tiga kilometer dari Jalan Lintas Selatan. Namun, posisi lahan yang terbakar belum dapat dipastikan secara definitif masuk wilayah administrasi Desa Menaren atau Desa Tekalong karena berada di sekitar perbatasan kedua desa.
Tidak tersedianya akses jalan menuju lokasi menjadi salah satu hambatan bagi petugas untuk melakukan pemadaman. Kondisi tersebut semakin menyulitkan karena lahan yang terbakar berupa gambut yang berpotensi menyimpan bara di dalam lapisan tanah meski api di permukaan telah padam.
Hingga pukul 22.51 WIB, kawasan kebakaran hanya terpantau mengeluarkan asap. Lokasinya juga berada cukup jauh dari permukiman warga sehingga situasi secara umum dilaporkan aman dan terkendali, sebagaimana diberitakan Humas Polres Kapuas Hulu, Sabtu, (15/08/2026).
Dalam penanganan tersebut, Polsek Mentebah mengerahkan empat personel, yakni Ewit Parjianto, Agus Rahmadi, Ibrahim, dan Hiskia. Tim juga diperkuat seorang personel TNI, Susilo.
BPBD Kapuas Hulu menurunkan enam personel dengan dukungan satu unit kendaraan jenis Hilux, satu mesin pompa apung Honda, serta satu mesin pompa jinjing Honda. Sementara itu, KPH Kapuas Hulu Selatan mengerahkan 13 personel yang dipimpin Jumilah dengan dukungan dua unit kendaraan jenis Hilux dan satu pompa jinjing.
Upaya pemantauan juga melibatkan tokoh masyarakat serta sekitar 30 warga Desa Tekalong dan Desa Menaren. Keterlibatan masyarakat diperlukan untuk membantu mengawasi kondisi lahan sekaligus mendukung penanganan apabila api kembali muncul atau meluas.
Tim gabungan akan melanjutkan pemantauan untuk mengantisipasi kemunculan kembali titik api, terutama karena karakter lahan gambut memungkinkan bara bertahan di bawah permukaan tanah. Pengawasan bersama masyarakat diharapkan dapat mencegah kebakaran meluas sekaligus memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Mentebah. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan