Pemkot Balikpapan menekan biaya peringatan HUT ke-81 RI hingga di bawah Rp1 miliar dan mengalihkan prioritas anggaran untuk kebutuhan yang dinilai lebih bermanfaat bagi masyarakat.
BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI) dengan konsep lebih sederhana sebagai bagian dari efisiensi anggaran, Senin (17/08/2026). Meski biaya penyelenggaraan ditekan hingga di bawah Rp1 miliar, Pemkot memastikan rangkaian utama peringatan kemerdekaan tetap dilaksanakan tanpa mengurangi maknanya.
Upacara pengibaran Sang Merah Putih digelar di Lapangan Pemkot Balikpapan mulai sekitar pukul 08.45 Waktu Indonesia Tengah (WITA). Wali Kota (Walkot) Balikpapan Rahmad Mas’ud bertindak sebagai inspektur upacara.
Upacara dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), perwakilan Rukun Tetangga (RT), tokoh masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan.
Sebanyak 39 pelajar yang tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Balikpapan menjadi bagian penting dalam prosesi pengibaran bendera. Sebelum bertugas, mereka telah menjalani tahapan seleksi, pendidikan, dan pelatihan untuk mempersiapkan pelaksanaan upacara kemerdekaan.
Rangkaian peringatan juga diisi pertunjukan tari sebagai bagian dari upaya mengenalkan sekaligus melestarikan kebudayaan kepada masyarakat.
Pelaksanaan HUT ke-81 RI tahun ini berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya upacara dipusatkan di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, tahun ini kegiatan digelar di lingkungan Balai Kota Balikpapan dengan jumlah peserta dan undangan yang disesuaikan.
Perubahan lokasi dan skala kegiatan berkaitan dengan kebijakan efisiensi anggaran Pemkot Balikpapan. Meski demikian, rangkaian utama tetap dilaksanakan, mulai dari upacara pengibaran bendera pada pagi hari hingga penurunan Sang Merah Putih pada sore hari.
Dari sisi pembiayaan, anggaran penyelenggaraan HUT ke-81 RI tahun ini disebut tidak mencapai Rp1 miliar dan lebih rendah dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.
Walkot Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan, efisiensi bukan disebabkan pemerintah daerah tidak memiliki anggaran, melainkan karena anggaran yang tersedia diarahkan untuk kebutuhan lain yang dinilai lebih memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Di tengah efisiensi tidak ada masalah. Bukan berarti tidak ada anggaran, tetapi ada lebih prioritas anggaran yang kita gunakan untuk kemaslahatan masyarakat,” ujar Rahmad.
Menurut Rahmad, pemanfaatan halaman Balai Kota sebagai lokasi upacara juga memiliki makna tersendiri. Selain menyesuaikan kebijakan anggaran, penggunaan kompleks pemerintahan tersebut diharapkan kembali mengangkat marwah Balai Kota sebagai pusat pemerintahan dan pelayanan masyarakat.
Rahmad juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang pada tahun-tahun sebelumnya memperoleh undangan untuk mengikuti rangkaian peringatan, tetapi tahun ini belum dapat diakomodasi karena jumlah peserta dibatasi.
Meski perayaan digelar lebih sederhana, Rahmad menilai esensi kemerdekaan tidak boleh berkurang. Menurutnya, generasi saat ini memiliki tanggung jawab melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan mengisi kemerdekaan melalui pembangunan.
“Kita tidak terlibat dalam kemerdekaan bangsa kita, tetapi bagaimana mengisi kemerdekaan ini untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat mempertahankan persatuan dan tidak mudah terpengaruh provokasi maupun isu yang berpotensi memecah belah kehidupan berbangsa.
“Kalau kita satu tekad dan satu niat, kita ini lahir dari satu rahim di bawah naungan Ibu Pertiwi. Jangan goyah dengan provokator, jangan goyah dengan isu-isu yang memecah belah. Kalau itu terjadi, yang rugi kita semua,” tegasnya.
Rahmad turut mendorong generasi muda meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai bagian dari perjuangan mengisi kemerdekaan. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dinilai menjadi salah satu modal penting agar Indonesia mampu bersaing dan mengejar kemajuan negara lain.
“Sekarang sudah saatnya generasi muda sama-sama menuntut teknologi, menuntut ilmu, yang kepentingannya adalah membangun bangsa kita menjadi bangsa yang besar,” pungkasnya.
Dengan penyelenggaraan yang lebih sederhana, Pemkot Balikpapan berharap semangat peringatan HUT ke-81 RI tetap menjadi momentum memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mengarahkan penggunaan anggaran daerah pada program yang memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat. []
Penulis: Desy Alfy Fauzia | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan