Polda Metro Jaya mengirim 12 truk berisi kebutuhan dasar ke NTT dan berkoordinasi dengan Polda NTT agar bantuan segera disalurkan sesuai prioritas warga terdampak.
JAKARTA – Sebanyak 12 truk bantuan kemanusiaan diberangkatkan Kepolisian Daerah Metro Jaya (Polda Metro Jaya) menuju masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai upaya mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar warga yang tengah menghadapi dampak bencana.
Pengiriman bantuan pada Senin (17/8/2026) tersebut bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Bantuan dilepas langsung Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya Asep Edi Suheri dan selanjutnya dibawa menuju Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma untuk diberangkatkan ke NTT.
Bantuan yang disiapkan mencakup berbagai kebutuhan dasar, antara lain air mineral, makanan siap saji untuk dewasa dan balita, mi instan, ikan sarden, bubur bayi, minuman siap saji, makanan ringan, selimut, sarung, alas tidur, serta terpal plastik dalam berbagai ukuran.
“Keluarga besar Polda Metro Jaya menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas musibah gempa bumi yang menimpa saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban, memberikan manfaat, serta menjadi penguat bagi saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah,” kata Asep, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Senin, (17/08/2026).
Polda Metro Jaya juga berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) untuk menentukan skala prioritas distribusi bantuan berdasarkan kebutuhan di wilayah terdampak. Langkah tersebut ditujukan agar logistik yang dikirim dapat segera diterima masyarakat yang membutuhkan.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Budi Hermanto berharap proses distribusi dapat berlangsung cepat sehingga bantuan dapat segera digunakan oleh warga terdampak.
“Kita berharap bantuan ini segera terdistribusi kepada masyarakat yang terdampak sehingga dapat dimanfaatkan dengan cepat dan memberikan manfaat sesuai kebutuhan di lapangan,” ucap dia.
Menurut Budi, pengiriman logistik tersebut juga menjadi bentuk penerapan nilai persatuan dan gotong royong dalam momentum peringatan kemerdekaan. Bantuan untuk korban bencana dinilai menjadi bagian dari tanggung jawab bersama sebagai sesama warga bangsa.
“Di momentum Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kita tetap fokus pada persatuan, gotong royong, dan rasa senasib sepenanggungan. Kemerdekaan bukan hanya untuk dirayakan, tetapi juga untuk diwujudkan menjadi tanggung jawab bersama sebagai satu bangsa,” tutur dia.
Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026) dengan pusat gempa disebut berada di Kabupaten Nagekeo. Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT kemudian menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi selama 14 hari, terhitung 15 hingga 28 Agustus 2026.
Hingga Senin (17/8/2026), jumlah korban meninggal dunia akibat gempa tersebut tercatat mencapai 54 orang. Dalam kondisi tersebut, pengiriman logistik menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan