ilustrasi

Karhutla Dekati Jalur Palangka Raya-Banjarmasin, Api Berhasil Dikendalikan

Tim gabungan berhasil mengendalikan karhutla yang sempat bergerak hingga sekitar 250 meter dari Jembatan Tumbang Nusa dan memastikan jalur Palangka Raya-Banjarmasin tetap terbuka.

PULANG PISAU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berkobar di sekitar Jembatan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng), sempat bergerak mendekati jalur vital Palangka Raya-Banjarmasin akibat tiupan angin. Meski demikian, tim gabungan berhasil mengendalikan api dan memastikan arus kendaraan di jalur tersebut tetap berlangsung normal hingga Minggu (30/08/2026) malam.

Kebakaran terjadi di kawasan Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Jabiren, dekat Jembatan Tumbang Nusa. Api diketahui mulai muncul sejak Sabtu (29/08/2026) sore, kemudian meluas dan bergerak ke arah jembatan mengikuti arah angin.

Jembatan Tumbang Nusa merupakan jalur penting yang menghubungkan Kota Palangka Raya dengan Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Jembatan layang sepanjang sekitar 10,5 kilometer tersebut membentang di atas kawasan gambut dan anak Sungai Kahayan, sekitar 35 kilometer dari Palangka Raya dan sekitar 157 kilometer dari Banjarmasin.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pulang Pisau Iqbal Sengaji mengatakan upaya pemadaman melibatkan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng, BPBD Pulang Pisau, serta unsur terkait lainnya, sebagaimana dilansir Tribunnews, Minggu, (30/08/2026).

“Saat ini bisa kami kendalikan. Kami TNI-Polri, Manggala Agni, BPBD, baik dari provinsi dan kabupaten, semua sudah melaksanakan kegiatan turut serta pemadaman,” ujar Iqbal.

Untuk mengantisipasi api kembali bergerak menuju jembatan, petugas menyiapkan lima embung sebagai sumber air di sekitar lokasi. Sejumlah mobil tangki berisi air juga disiagakan untuk mendukung proses pemadaman apabila kondisi kembali memburuk.

“Alhamdulillah api berhasil kami padamkan. Tapi dengan jarak lebih kurang 250 meter dan saat ini ke arah sungai,” kata dia.

Menurut Iqbal, arah angin menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kebakaran meluas menuju kawasan Jembatan Tumbang Nusa. Api sebelumnya telah muncul sejak sehari sebelum pemadaman intensif dilakukan.

“Kalau kita lihat dari penyebarannya mulai dari satu hari yang lalu, kemarin sekitar sore. Sehingga ini beberapa penyebarannya yang berarah ke Jembatan Tumbang Nusa,” ujarnya.

Kendati kobaran api sempat berada cukup dekat dengan jembatan, kepolisian memastikan tidak ada penutupan akses lalu lintas. Kendaraan dari Palangka Raya menuju Banjarmasin maupun arah sebaliknya tetap dapat melintas.

“Tidak ada akses yang tertutup. Kami pastikan mulai dari pagi saya di sini, siang, malam tidak ada masalah. Jadi mobil yang dari arah Palangka Raya ke Banjarmasin, Banjarmasin ke Palangka Raya, tidak ada masalah,” tegas Iqbal.

Karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kalteng juga beriringan dengan memburuknya kualitas udara. Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pada Sabtu (29/08/2026) pagi, Palangka Raya tercatat memperoleh nilai ISPU 7.389. Dalam klasifikasi ISPU, nilai di atas 300 termasuk kategori berbahaya.

Kondisi tersebut menunjukkan ancaman karhutla tidak hanya berpotensi mengganggu jalur transportasi, tetapi juga berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Tim gabungan tetap melakukan kesiapsiagaan di kawasan Tumbang Nusa untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api dan menjaga jalur Palangka Raya-Banjarmasin tetap aman dilalui. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com