Motor tambang penyeberangan karam sekitar 30 meter dari Dermaga Desa Pangeran akibat dugaan kebocoran badan kapal dan gangguan mesin pembuangan air, tetapi seluruh penumpang selamat karena sungai sedang surut.
KAPUAS HULU – Sekitar 30 penumpang berhasil menyelamatkan diri setelah motor tambang penyeberangan yang mereka tumpangi karam di Sungai Kapuas, dekat Dermaga Desa Pangeran, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Rabu (02/09/2026) sekitar pukul 07.00 Waktu Indonesia Barat (WIB). Kondisi sungai yang sedang surut dengan kedalaman sekitar 50 sentimeter di lokasi kejadian membuat kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Motor tambang itu karam saat tinggal berjarak sekitar 30 meter dari bibir Dermaga Desa Pangeran. Kapal sebelumnya berlayar dari Dermaga Desa Perigi menuju Desa Pangeran dengan membawa sekitar 30 orang.
Berdasarkan keterangan awal kepolisian, badan motor mengalami kebocoran saat perjalanan. Kondisi itu diperparah mesin pembuangan air yang tidak berfungsi dengan baik sehingga air terus masuk hingga kapal akhirnya karam.
Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Resor (Polres) Kapuas Hulu Jamali memastikan seluruh penumpang selamat dalam peristiwa tersebut.
“Berdasarkan keterangan awal, motor tambang mengalami kebocoran pada bagian badan kapal saat dalam perjalanan. Kondisi mesin pembuangan air juga tidak berjalan dengan baik sehingga air semakin banyak masuk dan akhirnya motor tambang karam,” ujar Jamali sebagaimana dilansir Polres Kapuas Hulu, Rabu, (02/09/2026).
Saat kapal karam, permukaan Sungai Kapuas sedang surut. Kedalaman air di titik kejadian diperkirakan hanya sekitar 50 sentimeter sehingga para penumpang dapat menyelamatkan diri tanpa menimbulkan korban jiwa.
Motor tambang tersebut dikemudikan Ruslan Abdulgani (46), warga Dusun Melati, Desa Perigi, Kecamatan Silat Hilir. Kapal berbahan kayu itu berukuran sekitar 3 x 10 meter, dibuat pada 2012, dan menggunakan mesin Yamaha berkekuatan 15 paardenkracht (PK).
Personel Kepolisian Sektor (Polsek) Silat Hilir kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Petugas yang turun ke lokasi terdiri atas Gatot Swarsono, Ade Firmansyah Rahmad, dan Alladin.
Polisi melakukan pengecekan tempat kejadian, mendata identitas pengemudi, penumpang, dan saksi, serta mengumpulkan keterangan untuk mengetahui secara lebih rinci penyebab karamnya motor tambang tersebut.
Selain dugaan kebocoran badan kapal dan tidak optimalnya mesin pembuangan air, kepolisian juga menyoroti pentingnya kapasitas muatan serta kelayakan sarana keselamatan pada angkutan penyeberangan sungai.
“Polres Kapuas Hulu mengimbau kepada para pengelola dan motoris angkutan penyeberangan agar selalu mengutamakan keselamatan penumpang, memastikan kondisi badan motor dalam keadaan layak, memperhatikan kapasitas muatan, serta memastikan peralatan keselamatan dan mesin pembuangan air berfungsi dengan baik sebelum berlayar,” tambah Jamali.
Kepolisian turut mengingatkan masyarakat pengguna transportasi sungai agar memperhatikan aspek keselamatan selama perjalanan karena kondisi perairan dan cuaca dapat berubah sewaktu-waktu. Peristiwa yang melibatkan sekitar 30 penumpang itu sekaligus menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kelayakan kapal, sistem pembuangan air, kapasitas muatan, dan peralatan keselamatan sebelum angkutan penyeberangan beroperasi. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan