Gubernur Kalsel mengingatkan lulusan STIKES ISFI Banjarmasin agar menjadikan ilmu, sumpah profesi, dan etika sebagai bekal memberikan kontribusi nyata bagi pelayanan kesehatan.
BANJARMASIN – Lulusan farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) ISFI Banjarmasin diminta tidak menjadikan kelulusan sebagai akhir perjalanan pendidikan, tetapi sebagai awal untuk menjalankan tanggung jawab profesional di tengah masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhidin melalui Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kalsel Dinansyah dalam kegiatan wisuda dan angkat sumpah Tahun Akademik 2025/2026, Rabu (23/09/2026).
Pesan itu ditujukan kepada lulusan Program Studi Diploma III (DIII) Farmasi, Program Studi Sarjana (S1) Farmasi Klinis dan Komunitas, serta peserta angkat sumpah Program Studi DIII Farmasi.
Dinansyah menyampaikan bahwa kelulusan di bidang farmasi merupakan capaian yang patut diapresiasi setelah para mahasiswa melewati proses pendidikan dan pembelajaran di perguruan tinggi.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang hari ini resmi menyandang gelar akademis di bidang farmasi,” ujar Dinansyah, Banjarmasin, Rabu (23/09/2026).
Menurutnya, keberhasilan meraih gelar akademis harus diikuti dengan kemampuan mengamalkan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan. Para lulusan juga diingatkan memahami tugas, tanggung jawab, serta etika sebelum menjalankan profesi di bidang kefarmasian.
“Saudara juga harus pandai membaca peluang dan tantangan dunia farmasi seiring perkembangan zaman,” pesannya.
Bagi lulusan yang mengikuti angkat sumpah, Muhidin menekankan agar ikrar profesi tidak sekadar menjadi rangkaian seremonial. Sumpah tersebut diharapkan dipahami dan dijalankan sebagai komitmen dalam melaksanakan tugas secara bertanggung jawab.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun niat dan tekad sejak awal memasuki dunia profesi. Menurutnya, sikap tersebut diperlukan agar lulusan mampu menjalani perjalanan karier secara profesional sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Jika sejak awal niatnya sudah lurus dan tekadnya sudah kuat, insyaallah perjalanan karier saudara akan dimudahkan, dilancarkan, dan diberi keberkahan oleh Allah SWT,” katanya.
Selain kepada para lulusan, apresiasi disampaikan kepada Ketua Yayasan dan jajaran STIKES ISFI Banjarmasin yang dinilai telah berperan dalam penyelenggaraan pendidikan. Penghargaan juga diberikan kepada para dosen yang mendampingi mahasiswa hingga menyelesaikan pendidikan.
Muhidin menilai kualitas pendidikan membutuhkan hubungan yang harmonis antara yayasan, dosen, dan mahasiswa. Sinergi ketiga unsur tersebut dinilai penting untuk membangun lingkungan pendidikan yang mampu menghasilkan sumber daya manusia berkualitas.
Pemerintah Provinsi Kalsel berharap STIKES ISFI Banjarmasin terus meningkatkan pelayanan dan fasilitas pendidikan. Pengembangan tersebut diharapkan mendukung lahirnya tenaga kesehatan yang mampu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di Kalsel.
“Semoga STIKES ISFI Banjarmasin terus berkembang dari segi pelayanan dan fasilitas, guna mencetak tenaga kesehatan terbaik bagi Banua,” tuturnya.
Muhidin kembali menyampaikan selamat kepada seluruh lulusan Farmasi STIKES ISFI Banjarmasin. Ia berharap bekal pendidikan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan profesional, memberi manfaat bagi masyarakat, dan turut mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kalsel, sebagaimana diberitakan Mc Kalsel, Rabu, (23/09/2026). []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan