Sebanyak 79 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kukar menjalani verifikasi fisik dan administrasi, dengan hasil sementara mayoritas dinilai layak meski masih memerlukan sejumlah perbaikan dan kelengkapan sarana prasarana.
KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) melakukan verifikasi dan validasi terhadap 79 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah dibangun di sejumlah wilayah Kukar. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesiapan fisik bangunan dan kelengkapan administrasi sebelum fasilitas tersebut beroperasi secara optimal.
Kepala Dinas (Kadis) Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kukar Muhammad Reza mengatakan, dari 237 lembaga koperasi yang telah dibentuk, sebanyak 142 gerai KDKMP telah dibangun. Dari jumlah tersebut, sekitar 90 gerai telah selesai dibangun 100 persen, sedangkan 79 gerai masuk tahap pertama verifikasi dan validasi.
“Dari 142 itu ada 90-an yang sudah 100 persen terbangun. Dari 100 persen itu kami diamanatkan untuk melakukan verifikasi dan validasi di 79 titik,” kata Muhammad Reza saat ditemui di Tenggarong, Kamis (24/09/2026).
Menurut Kadis Diskop UKM Kukar itu, proses verifikasi dan validasi melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), yakni Diskop UKM, Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).
Tim melakukan pemeriksaan terhadap kondisi fisik gerai, baik bagian dalam maupun luar bangunan. Selain itu, verifikasi mencakup kelengkapan administrasi, termasuk dokumen kepemilikan serta status lahan yang digunakan untuk pembangunan gerai KDKMP.
Sebanyak 16 titik telah diverifikasi pada tahap sebelumnya. Pemeriksaan kemudian dilanjutkan ke lokasi lainnya dengan target seluruh 79 titik rampung diverifikasi dan divalidasi pada Rabu (30/09/2026).
Muhammad Reza mengatakan, hasil sementara menunjukkan sebagian besar gerai dinilai layak dengan catatan. Sejumlah catatan yang ditemukan antara lain kebutuhan perbaikan pada beberapa bagian bangunan serta sarana dan prasarana (sarpras) yang belum sepenuhnya tersedia.
“Kesimpulannya rata-rata adalah layak dengan catatan. Ada beberapa perbaikan, kemudian sarprasnya belum lengkap dan sebagainya,” ujarnya.
Selain pembangunan gerai, pemerintah pusat mulai menyiapkan berbagai sarpras untuk mendukung operasional KDKMP. Fasilitas yang disiapkan antara lain etalase, kendaraan roda tiga, truk, pendingin ruangan, meja, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Muhammad Reza menegaskan, lembaga koperasi yang tergabung dalam KDKMP tetap dapat menjalankan kegiatan usaha meskipun pembangunan maupun pengisian sarpras gerai masih berlangsung. Salah satunya KDKMP di Kecamatan Anggana yang telah menjalankan kegiatan usaha di sektor pertanian.
“Yang sudah jalan itu koperasinya, bukan gerainya. Lembaga koperasi KDKMP ini dibantu pemerintah terkait gerainya,” katanya.
Dengan berlanjutnya verifikasi dan pemenuhan sarpras, gerai KDKMP di Kukar diharapkan tidak hanya siap secara fisik dan administrasi, tetapi juga mampu mendukung kegiatan usaha koperasi serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di wilayah masing-masing. [] (ADV)
Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan