PMI Kubu Raya Targetkan 100 Kantong Darah dalam Aksi Donor

Kegiatan PMI dan KAHMI Kubu Raya menggabungkan aksi donor darah dengan CKG untuk membantu memenuhi kebutuhan darah sekaligus mendorong masyarakat mengenali faktor risiko penyakit sejak dini.

KUBU RAYA – Sebanyak 82 warga telah menjalani Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam kegiatan donor darah dan pemeriksaan kesehatan yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kubu Raya bersama Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Senin (21/09/2026). Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Kubu Raya itu, PMI juga menargetkan penghimpunan 100 kantong darah.

Kegiatan yang mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PMI dan HUT ke-60 KAHMI. Pelaksanaannya tidak hanya diarahkan untuk menambah persediaan darah, tetapi juga membuka akses pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat agar faktor risiko penyakit dapat diketahui lebih awal.

Kepala Markas PMI Kubu Raya Mairoji mengatakan, kegiatan donor darah menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat menjadikan donor darah sebagai kebiasaan rutin. Hingga saat keterangan diberikan, PMI telah mengumpulkan 30 kantong dari target 100 kantong darah.

“Untuk target yaitu 100 kantong dan sekarang sudah dapat 30 kantong darah,” kata Mairoji, sebagaimana diberitakan DiskominfoKKR, Senin, (21/09/2026).

Menurut Mairoji, kebutuhan darah bagi masyarakat masih memerlukan perhatian sehingga keterlibatan pendonor menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan transfusi. PMI juga mengajak masyarakat melakukan donor secara berkala sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut turut diberikan Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raya. PMI juga menyediakan konsumsi bagi pendonor dengan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.

Pada layanan CKG, tim dari Puskesmas Sungai Durian menurunkan dokter, dua tenaga perawat, tenaga gizi untuk konsultasi, serta petugas administrasi. Pemeriksaan dilakukan melalui skrining untuk mengetahui riwayat penyakit pribadi dan keluarga, tekanan darah, serta pemeriksaan laboratorium terbatas yang meliputi gula darah, kolesterol, dan asam urat.

Kepala Puskesmas Sungai Durian Evi Aprillia menjelaskan, pemeriksaan tersebut ditujukan untuk menemukan faktor risiko penyakit sedini mungkin sehingga penanganan dapat dilakukan lebih awal apabila ditemukan masalah kesehatan.

“Tujuannya sendiri CKG adalah untuk mendeteksi dini atau screening penyakit-penyakit tertentu. Jika dari hasil pemeriksaan didapatkan ada penyakit tertentu, kita berharap bisa dikontrol atau ditangani lebih awal sehingga tidak terlambat,” jelasnya.

Puskesmas Sungai Durian menargetkan 100 peserta dalam layanan CKG pada kegiatan tersebut. Hingga keterangan diberikan, 82 orang telah mengikuti pemeriksaan. Masyarakat yang belum sempat mengikuti pemeriksaan tetap dapat memperoleh layanan CKG di fasilitas kesehatan yang menyediakan program tersebut dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Tidak ada syarat lain. Terutama di puskesmas atau tempat-tempat yang dilakukan pemeriksaan CKG, masyarakat bisa datang untuk mendapatkan layanan tersebut,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, data peserta digunakan untuk kepentingan program CKG dan pelaporan melalui aplikasi Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK). NIK diperlukan untuk proses administrasi dan pelaporan program.

Pelaksana berharap layanan pemeriksaan kesehatan dapat dimanfaatkan masyarakat di setiap desa dan kecamatan. Pemeriksaan secara rutin dinilai penting untuk mengetahui kondisi kesehatan sekaligus menemukan faktor risiko penyakit lebih awal, sementara partisipasi donor darah diharapkan turut membantu memenuhi kebutuhan transfusi bagi masyarakat. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *