Desa Sumber Sari masuk 12 desa terbaik nasional dalam program Desa Cinta Statistik, mendorong DPRD Kukar memperluas praktik pengelolaan data ke desa-desa lain.
KUTAI KARTANEGARA – Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar) Junadi mengapresiasi Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, yang terpilih sebagai salah satu dari 12 desa terbaik tingkat nasional dalam program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik). Capaian tersebut dinilai membuktikan pentingnya pengelolaan data sebagai dasar penyusunan arah pembangunan desa yang lebih tepat sasaran.
Penghargaan tersebut diraih Desa Sumber Sari dalam rangkaian kegiatan statistik nasional di Jakarta, Sabtu (26/09/2026). Junadi mengatakan, pemanfaatan data secara optimal dapat membantu pemerintah desa menyusun perencanaan pembangunan berdasarkan kondisi riil masyarakat.
“Saya mendampingi Desa Sumber Sari dalam rangka menjadi terbaik nasional tingkat nasional Desa Cinta Statistik. Hal ini penting karena bagaimana data itu memperkuat desa untuk arah pembangunan yang lebih terarah,” kata Junadi saat ditemui di Tenggarong, Selasa (29/09/2026).
Menurutnya, ketersediaan data yang akurat menjadi instrumen penting dalam menentukan kebijakan pembangunan. Dengan basis data yang kuat, pemerintah dapat menyesuaikan program dan kebijakan dengan kebutuhan masyarakat secara lebih terukur.
Junadi menyebut Desa Sumber Sari berhasil masuk jajaran terbaik setelah bersaing dengan sekitar 1.500 desa yang mengikuti program Desa Cantik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 desa terpilih sebagai desa terbaik tingkat nasional.
“Dari 1.500 desa, 12 desa yang menjadi terbaik. Untuk perwakilan Kalimantan dan Sumatera, Sulawesi, Desa Sumbersari yang menjadi desa terpilih Desa Cinta Statistik,” ujarnya.
Atas capaian itu, Junadi mendorong agar praktik pengelolaan dan pemanfaatan data yang diterapkan Desa Sumber Sari dapat direplikasi oleh desa-desa lain di Kukar.
Ia mengatakan, DPRD Kukar telah berkomunikasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk mendorong perluasan penerapan program Desa Cantik di seluruh desa di Kukar.
“Kemarin kita sudah berkomunikasi dengan BPS provinsi Kaltim bagaimana nanti di seluruh desa yang ada di Kutai Kartanegara bisa berkolaborasi dengan Desa Sumber Sari, sehingga aktualisasi dari Desa Cantik itu bisa terserap ke seluruh desa yang ada di Kutai Kartanegara,” katanya.
Menurut Junadi, kolaborasi antardesa tersebut diharapkan dapat memperluas praktik pengelolaan statistik yang telah diterapkan Desa Sumber Sari. Dengan penguatan kapasitas pengelolaan data, desa-desa di Kukar diharapkan mampu menyusun kebijakan dan program pembangunan yang lebih akurat, terarah, dan sesuai kebutuhan masyarakat. [] (ADV)
Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan