Perumdam Tirta Raya Kaji Model Bisnis Perumdam Tangerang

Pemkab Kubu Raya mengkaji pola kerja sama B2B dengan pihak swasta setelah mempelajari pengelolaan Perumdam TKR Tangerang untuk memperluas dan meningkatkan layanan air bersih.

KUBU RAYA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya menyiapkan kajian untuk memperluas pelayanan air bersih melalui pola kerja sama business to business (B2B) dengan pihak swasta. Langkah tersebut ditempuh setelah Bupati Kubu Raya Sujiwo melakukan kaji tiru pengelolaan perusahaan daerah air minum di Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kerta Raharja (TKR) Tangerang, Banten, Rabu, (30/09/2026).

Kunjungan itu diarahkan untuk mempelajari model pengelolaan dan pengalaman Perumdam TKR dalam membangun kerja sama dengan sektor swasta. Hasil kajian akan menjadi bahan pertimbangan sebelum Perumdam Tirta Raya Kubu Raya menerapkan skema serupa.

Sujiwo datang bersama Direktur Perumdam Tirta Raya, Asisten Bupati, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bappedalitbang), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kubu Raya.

Sujiwo menegaskan kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya mencari model pengelolaan yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan Kubu Raya. Ia menyebut pengalaman Perumdam TKR menjadi salah satu bahan pembelajaran dalam memperkuat Perumdam Tirta Raya.

“Kami melakukan kunjungan ini bukan untuk jalan-jalan tanpa tujuan, tetapi untuk studi tiru ke Perumdam terbaik se-Indonesia. Banyak ilmu dan informasi yang dapat kami bawa pulang untuk diterapkan di Perumdam Tirta Raya,” ujar Sujiwo, sebagaimana diberitakan Diskominfo KKR, Kamis, (01/10/2026).

Menurut Sujiwo, rencana kerja sama B2B tidak dapat langsung dijalankan tanpa kajian menyeluruh. Aspek teknis, kelayakan bisnis, hingga ketentuan regulasi perlu diperhitungkan agar skema kerja sama tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Ia juga menekankan bahwa Perumdam Tirta Raya memiliki dua tanggung jawab yang harus berjalan beriringan. Selain dituntut mengembangkan usaha, perusahaan daerah tersebut harus memastikan fungsi pelayanan publik tetap menjadi bagian utama dalam pengelolaan air bersih.

Sujiwo mengungkapkan, survei yang dilakukan sebelum dirinya dilantik sebagai Bupati Kubu Raya menunjukkan 53 persen masyarakat menginginkan peningkatan pelayanan air bersih. Data tersebut, menurutnya, menjadi salah satu alasan perlunya mencari pola pengelolaan yang dapat memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas layanan.

“Persoalan air bersih merupakan persoalan yang sangat mendasar. Hak untuk mendapatkan air bersih diatur oleh konstitusi dan merupakan hak dasar rakyat. Maka, ketika kita mengelola perusahaan daerah air minum, memang harus berpikir tentang usaha. Namun, ketika menyangkut kepentingan umum, ada persoalan sosial yang harus diperhatikan,” tegasnya.

Karena itu, Sujiwo meminta orientasi keuntungan (profit oriented) dan orientasi sosial (social oriented) ditempatkan secara seimbang. Pendekatan tersebut diharapkan membuat Perumdam Tirta Raya mampu memperkuat sisi bisnis tanpa mengesampingkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan air bersih.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Kubu Raya juga merencanakan penyusunan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Perumdam Tirta Raya dan Perumdam TKR Tangerang. Pemkab Kubu Raya akan mengundang Direktur Utama (Dirut) Perumdam TKR Sofyan Sapar bersama jajaran untuk berkunjung ke Kubu Raya guna membahas rencana kerja sama lebih lanjut.

Sementara itu, Dirut Perumdam TKR Tangerang Sofyan Sapar menyambut positif kunjungan tersebut. Ia menyebut pertukaran pengalaman dapat menjadi ruang untuk membahas penerapan pola business to business maupun public private partnership antara pemerintah dan sektor swasta, terutama untuk memperluas cakupan pelayanan air bersih.

“Kami bersedia mendampingi kerja sama dengan Perumdam Tirta Raya bersama Pak Direktur dan Pak Bupati selaku Kuasa Pemilik Modal. Mudah-mudahan kerja sama ini nantinya membuahkan hasil dan tetap mematuhi seluruh aturan yang berlaku,” ujar Sofyan.

Hasil kaji tiru tersebut selanjutnya diharapkan tidak berhenti pada pertukaran pengalaman, tetapi berkembang menjadi langkah konkret untuk memperkuat Perumdam Tirta Raya. Rencana kerja sama dengan pihak swasta diharapkan mampu memperluas cakupan layanan dan meningkatkan kualitas air bersih tanpa mengurangi tanggung jawab sosial perusahaan daerah kepada masyarakat. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *