Pemuda asal Banjarmasin, Gastin Gabriel Jangkang, lolos PPAN dan akan mengikuti SSEAYP 2026 sebagai kesempatan memperluas jejaring sekaligus mengenalkan potensi Kalsel di tingkat internasional.
BANJARMASIN – Peluang pemuda Kalimantan Selatan (Kalsel) memperluas jejaring internasional kembali terbuka melalui keikutsertaan Gastin Gabriel Jangkang dalam Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP) 2026. Pemuda asal Banjarmasin itu menjadi satu-satunya peserta dari Kalsel yang lolos seleksi Pertukaran Pemuda Antarnegara (PPAN).
Keikutsertaan Gastin dalam program tersebut tidak hanya diarahkan sebagai pengalaman pertukaran pemuda, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah dan Indonesia dalam pergaulan internasional.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel, Pebriadin Hapiz, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Pemuda, Budiono, mengatakan keterlibatan pemuda Kalsel dalam program internasional merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas ruang pengembangan kapasitas generasi muda.
Menurut Budiono, proses seleksi PPAN telah dilakukan dan menghasilkan satu peserta asal Kalsel yang akan mengikuti rangkaian SSEAYP. “Selain kegiatan Wirasional Youth Camp, juga ada pertukaran pemuda antarnegara atau PPAN. Kebetulan kemarin sudah ada seleksi dan salah satu peserta dari Kalimantan Selatan lolos untuk mengikuti PPAN,” ujar Budiono sebagaimana diberitakan MC Kalsel, Kamis, (01/10/2026).
SSEAYP mempertemukan pemuda dari berbagai negara di Asia Tenggara dan Jepang dalam rangkaian kegiatan pertukaran pengalaman serta pengembangan jejaring. Forum tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk berinteraksi dengan pemuda dari latar belakang negara dan budaya yang berbeda.
Selain membangun koneksi lintas negara, Gastin akan mengikuti rangkaian perjalanan menggunakan kapal pesiar menuju Jepang. Selama program berlangsung, peserta akan mengikuti berbagai agenda yang teknis pelaksanaannya masih dalam tahap penyusunan.
“Nanti mengikuti kapal pesiar yang menuju ke Jepang. Untuk teknis dan lain sebagainya juga sedang disusun,” jelasnya.
Bagi Dispora Kalsel, keterlibatan pemuda dalam program semacam itu merupakan bagian dari investasi pengembangan sumber daya manusia. Pengalaman berinteraksi dengan peserta dari negara lain diharapkan dapat memperluas wawasan dan jejaring yang nantinya dapat dibawa kembali untuk dikembangkan di daerah.
Keikutsertaan Gastin juga membuka peluang bagi pemuda Kalsel untuk mengenalkan identitas, potensi, dan pengalaman daerah dalam ruang internasional. Dengan bertambahnya pengalaman serta jejaring lintas negara, peserta diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan kapasitas generasi muda Kalsel setelah kembali ke daerah. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan