Pengusaha Zimbabwe Wicknell Chivayo dan istrinya, Lucy Muteke, termasuk enam korban tewas dalam kecelakaan helikopter di wilayah Marondera, tenggara Harare.
HARARE – Kecelakaan helikopter di wilayah pedesaan Marondera, tenggara Harare, Zimbabwe, menewaskan enam orang pada Rabu (30/09/2026) malam waktu setempat. Pengusaha Wicknell Chivayo dan istrinya, Lucy Muteke, termasuk di antara korban dalam kecelakaan yang tidak menyisakan satu pun penumpang selamat.
Kabar meninggalnya Chivayo dan Lucy dikonfirmasi pihak keluarga serta Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa melalui lembaga penyiaran negara Zimbabwe Broadcasting Corporation (ZBC). Juru bicara keluarga, Herbert Chivayo, menyampaikan duka atas tragedi tersebut.
“Kami sangat terpukul dan kehilangan kata-kata setelah mendengar kabar tragis ini,” kata Herbert Chivayo.
Kecelakaan terjadi di kawasan Marondera, sekitar tenggara Harare. Kepolisian Zimbabwe sebelumnya menyatakan pesawat yang membawa enam orang jatuh sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Aparat kemudian melakukan pemeriksaan asam deoksiribonukleat (DNA) dan pemeriksaan lain untuk memastikan identitas para korban karena jenazah mengalami luka bakar parah.
Kematian Chivayo juga mendapat perhatian dari Mnangagwa. Presiden Zimbabwe tersebut menyampaikan bahwa kepergian mendadak Chivayo dan keluarganya menjadi pukulan berat bagi dirinya maupun negara.
Presiden Mnangagwa mengatakan bahwa kematian yang mendadak dan tak terduga ini “membuat bangsa kita, keluarga saya, dan saya pribadi merasa terpaku serta diliputi duka dan keterkejutan yang mendalam.”
Sehari setelah kecelakaan, Mnangagwa kembali menyampaikan penghormatan kepada Chivayo dan keluarganya melalui pesan daring. Ia menggambarkan keluarga Chivayo sebagai pihak yang banyak melakukan kegiatan amal dan memberikan bantuan kepada masyarakat.
“Kami semua sangat terpukul atas kepergian yang begitu mendadak dan tak terduga dari keluarga yang masih sangat muda ini,” tulisnya.
“Sebagai sosok yang sangat dermawan, Keluarga Chivayo telah menyentuh begitu banyak kehidupan di negeri kita melalui berbagai aksi amal dan kemurahan hati, yang nilainya mencapai jutaan dola, serta telah memotivasi dan mengubah hidup banyak orang.”
Sebelum meninggal, Chivayo dikenal luas di Zimbabwe sebagai pengusaha yang memiliki hubungan dekat dengan pemerintahan Mnangagwa. Ia disebut memperoleh sejumlah kontrak pemerintah bernilai besar dan kerap menjadi sorotan karena gaya hidup mewah serta pemberian hadiah bernilai tinggi kepada sejumlah kolega dan rekan bisnis.
Chivayo juga dikenal dengan nama pengguna “Sir Wicknell” di media sosial. Ia kerap membagikan foto bersama sejumlah pemimpin Afrika dan menampilkan koleksi kendaraan mewah, pakaian bermerek, serta berbagai bentuk pemberian kepada sejumlah pihak.
Kedekatan Chivayo dengan kalangan elite pemerintahan Zimbabwe juga membuat aktivitas bisnisnya mendapat perhatian publik. Ia pernah menghadapi proses hukum terkait dugaan penyalahgunaan dana proyek energi surya, tetapi perkara tersebut kemudian tidak berujung pada vonis pidana. Chivayo membantah tuduhan korupsi yang pernah diarahkan kepadanya.
Di tengah sorotan terhadap kehidupan dan kiprahnya, penyebab kecelakaan helikopter yang menewaskan Chivayo, Lucy, dan empat korban lainnya masih dalam penyelidikan. Otoritas Zimbabwe belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab jatuhnya helikopter tersebut, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Jumat, (02/10/2026). []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan