Pancasila di Era Digital, Lindawati Ajak Warga Cegah Perpecahan

Ketua DPRD Balangan Lindawati mengajak masyarakat mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dengan menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan bijak menyikapi informasi di media sosial.

BALANGAN – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Balangan (Balangan), Lindawati, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi karena penggunaan media sosial turut memengaruhi upaya menjaga persatuan di tengah keberagaman. Pesan itu disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis (01/10/2026).

Menurut Lindawati, pengamalan Pancasila tidak cukup dilakukan dengan menghafalkan lima sila, tetapi perlu diwujudkan melalui perilaku sehari-hari, termasuk ketika masyarakat berinteraksi di ruang digital. Sikap bertanggung jawab dalam menerima dan menyebarkan informasi dinilai menjadi bagian dari upaya mencegah konflik dan perpecahan.

“Pancasila jangan hanya kita hafalkan, tetapi harus kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari menghormati sesama, menjaga kerukunan, bergotong royong dan mengutamakan kepentingan bersama,” ujar Lindawati, Kamis (1/10/2026).

Ia mengatakan penerapan nilai Pancasila dapat dimulai dari lingkungan keluarga melalui kebiasaan saling menghormati, membantu anggota keluarga, dan menyelesaikan persoalan dengan musyawarah. Nilai yang sama kemudian dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat melalui kepedulian, gotong royong, penghormatan terhadap perbedaan, serta menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Di ruang digital, Lindawati menilai masyarakat perlu lebih cermat sebelum mempercayai ataupun membagikan suatu informasi. Pesan yang belum diketahui kebenarannya dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman apabila disebarluaskan tanpa pertimbangan.

“Menjaga persatuan di era digital juga merupakan bagian dari pengamalan Pancasila. Mari kita gunakan media sosial untuk hal-hal positif dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum tentu benar,” tuturnya.

Selain persoalan informasi digital, Lindawati menyoroti keberagaman sebagai bagian dari kehidupan masyarakat yang perlu dikelola dengan sikap saling menghargai. Perbedaan suku, agama, pilihan, maupun pendapat, menurut dia, tidak seharusnya mengganggu hubungan antarmasyarakat.

“Perbedaan adalah bagian dari kehidupan kita. Jangan sampai perbedaan suku, agama, pilihan maupun pendapat membuat persaudaraan menjadi renggang. Justru dengan Pancasila kita memiliki landasan untuk tetap bersatu,” katanya.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober, menurut Lindawati, karena itu tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai persatuan, kerukunan, gotong royong, dan musyawarah perlu diterapkan mulai dari lingkungan terdekat hingga interaksi masyarakat di ruang digital, sebagaimana diberitakan Media Center Pemkab Balangan, Kamis, (01/10/2026).

Ia berharap pesan tersebut terutama dapat diterapkan oleh generasi muda agar perkembangan teknologi tidak mengurangi kepedulian terhadap persatuan dan kebersamaan. Konsistensi dalam menjalankan nilai Pancasila diharapkan dapat menjaga kehidupan masyarakat Balangan tetap harmonis. []

Redaksi03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *