Pemko Palangka Raya menghadirkan 1.000 paket sembako bersubsidi seharga Rp75 ribu sekaligus layanan kesehatan, administrasi kependudukan, LPG, dan bazar UMKM di Kereng Bangkirai.
PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya menggabungkan akses pangan bersubsidi dengan layanan kesehatan, administrasi kependudukan, dan dukungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kelurahan Kereng Bangkirai, Kamis (01/10/2026). Sebanyak 1.000 paket sembako disiapkan dengan harga Rp75 ribu untuk membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung pengendalian harga pangan.
Setiap paket sembako bersubsidi berisi 5 kilogram beras premium, minyak goreng premium, 1 kilogram gula pasir, dan susu. Selain pangan, warga juga dapat membeli tabung liquefied petroleum gas (LPG) 3 kilogram dengan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp22 ribu per tabung.
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat menghadapi perubahan harga kebutuhan pokok. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan operasi pasar dan GPM di halaman Kantor Kelurahan Kereng Bangkirai, sebagaimana diberitakan Media Center Palangka Raya, Kamis, (01/10/2026).
“Kita menyiapkan 1.000 paket sembako dengan harga subsidi yang sangat murah, yakni hanya Rp75 ribu. Dengan harga tersebut, masyarakat sudah mendapatkan 5 kilogram beras premium, minyak goreng premium, dan 1 kilogram gula pasir serta paket susu,” kata Fairid.
Menurut Fairid, kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Pemko Palangka Raya juga menghadirkan bazar UMKM dan promosi produk lokal sehingga kegiatan pasar murah dapat sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan turut dilengkapi Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan pelayanan administrasi kependudukan. Dengan pola tersebut, warga dapat mengakses sejumlah kebutuhan pelayanan pemerintah dalam satu lokasi tanpa harus mendatangi perangkat daerah secara terpisah.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan sejumlah perangkat daerah, yakni Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian; Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan; Dinas Kesehatan; Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil; serta Dinas Perikanan.
Pemko Palangka Raya juga mendapat dukungan Perum Bulog Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Bank Indonesia dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Kolaborasi lintas sektor itu diarahkan untuk memperluas manfaat kegiatan, mulai dari akses pangan hingga pelayanan dasar dan penguatan UMKM.
Fairid berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak warga di wilayah Palangka Raya. Selain membantu memenuhi kebutuhan pokok, kegiatan tersebut diharapkan ikut menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga pangan.
“Kami berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus membantu menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga pangan. Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat di wilayah Kota Palangka Raya,” pungkas Fairid. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan