Serangan proyektil kelompok Houthi merusak bangunan sekolah di Najran, Arab Saudi, di tengah meningkatnya laporan operasi militer dan menjelang pertemuan pertahanan Arab Saudi, Turki, dan Pakistan di Riyadh.
RIYADH – Serangan proyektil yang diluncurkan kelompok Houthi menghantam sebuah bangunan sekolah di Kota Najran, Arab Saudi, Jumat (02/10/2026) waktu setempat. Insiden tersebut menyebabkan kerusakan material pada bangunan dan menambah kekhawatiran terhadap keselamatan fasilitas sipil di tengah meningkatnya ketegangan antara kelompok Houthi dan pihak-pihak yang terlibat dalam konflik Yaman.
Tim darurat Pertahanan Sipil Arab Saudi telah dikerahkan untuk menangani dampak serangan tersebut. Namun, hingga laporan ini disusun, belum ada informasi resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun warga yang mengalami luka-luka akibat insiden itu.
Juru Bicara Pertahanan Sipil Arab Saudi menyatakan petugas telah merespons kejadian tersebut sesuai prosedur penanganan insiden.
“Prosedur standar untuk insiden semacam itu telah ditambahkan,” ujar dia, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Sabtu, (03/10/2026).
Serangan terhadap sekolah di Najran terjadi ketika kedua pihak saling melaporkan operasi militer dalam skala besar. Kelompok Houthi mengklaim Arab Saudi melancarkan 94 serangan ke sejumlah wilayah yang berada di bawah kendalinya selama 24 jam sebelumnya. Kelompok tersebut juga menyebut total serangan yang dilaporkan sejak konflik kembali meningkat telah mencapai 1.350 kali.
Di sisi lain, militer Yaman melaporkan telah melaksanakan 474 operasi terhadap sasaran kelompok Houthi di sejumlah front pertempuran. Pihak militer Yaman juga mengklaim sebanyak 1.540 anggota Houthi tewas atau terluka. Angka-angka tersebut merupakan klaim dari pihak yang terlibat dalam konflik dan belum disertai verifikasi independen dalam laporan yang menjadi rujukan berita ini.
Meningkatnya ketegangan juga menjadi perhatian menjelang pertemuan Arab Saudi, Turki, dan Pakistan yang dijadwalkan berlangsung di Riyadh pada pekan berikutnya. Ketiga negara tersebut direncanakan membahas serangan Houthi dalam kerangka Pakta Pertahanan Makkah yang menjadi landasan kerja sama pertahanan mereka.
Sebelumnya, koalisi militer pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman menyatakan telah mencegat dan menghancurkan tiga rudal balistik yang diluncurkan kelompok Houthi ke arah Kota Khamis Mushait.
Kota tersebut juga pernah menjadi sasaran serangan pada pertengahan September. Saat itu, Houthi mengklaim melancarkan serangan berskala besar menggunakan puluhan rudal balistik dan pesawat nirawak yang menyasar Pangkalan Udara Raja Khalid di Khamis Mushait.
Rangkaian insiden tersebut memperlihatkan bahwa wilayah Arab Saudi masih menghadapi ancaman serangan lintas perbatasan yang berkaitan dengan konflik Yaman. Kerusakan bangunan sekolah di Najran turut menyoroti risiko yang dihadapi fasilitas sipil ketika serangan militer meluas ke kawasan di luar medan pertempuran utama.
Arab Saudi telah memimpin koalisi militer yang mendukung pemerintah Yaman dalam menghadapi kelompok Houthi sejak Maret 2015. Sementara itu, Houthi menguasai ibu kota Yaman, Sanaa, dan sejumlah provinsi sejak September 2014.
Dalam situasi tersebut, penanganan dampak serangan terhadap fasilitas sipil dan upaya mencegah eskalasi lebih lanjut menjadi perhatian penting. Pertemuan yang akan berlangsung di Riyadh diharapkan dapat menjadi ruang pembahasan mengenai langkah pertahanan dan respons terhadap serangan, meskipun perkembangan konflik selanjutnya masih bergantung pada tindakan para pihak yang terlibat. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan