ilustrasi

Akses Sulit dan Minim Air Hambat Pemadaman Karhutla di Lamandau

Sekitar dua hektare lahan terbakar di Desa Batu Kota dan Desa Liku, sementara tim gabungan menghadapi sulitnya akses menuju lokasi serta terbatasnya sumber air untuk pemadaman.

LAMANDAU – Sulitnya akses menuju lokasi kebakaran dan terbatasnya sumber air menjadi kendala utama tim gabungan dalam memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah (Kalteng). Dalam beberapa hari terakhir, sekitar dua hektare lahan terbakar di Desa Batu Kota dan Desa Liku sehingga petugas terus disiagakan untuk mencegah api meluas maupun munculnya titik api susulan.

Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamandau bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) telah dikerahkan ke sejumlah titik kebakaran. Medan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam membuat proses pengendalian api harus menghadapi tantangan tambahan di lapangan.

Kepala Pelaksana BPBD Lamandau Hendikel mengatakan, petugas dalam beberapa hari terakhir melakukan pemadaman di Desa Batu Kota dan Desa Liku. Luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar dua hektare.

“Kemarin dalam beberapa hari terakhir, tim gabungan dan Tim TRC Kabupaten Lamandau kembali memadamkan api di wilayah Desa Batu Kota dan Desa Liku. Total lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih 2 hektare,” ujar Hendikel, sebagaimana diberitakan Prokalteng, Sabtu (15/08/2026).

Selain kondisi medan, keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kebakaran turut menyulitkan operasi pemadaman. Armada pemadam tidak selalu dapat menjangkau sumber air maupun titik api secara langsung sehingga proses pengendalian kebakaran berpotensi membutuhkan waktu lebih lama.

“Terkadang tim gabungan terkendala akses jalan dan ketersediaan air yang tidak bisa dijangkau,” terang Hendikel.

BPBD Lamandau bersama TRC hingga kini terus disiagakan untuk mengantisipasi munculnya titik api susulan. Kesiapsiagaan tersebut dinilai penting agar kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas, terutama pada kawasan yang memiliki akses terbatas dan jauh dari sumber air.

Belum terdapat keterangan mengenai penyebab kebakaran di dua desa tersebut maupun nilai kerugian yang ditimbulkan. Tim gabungan tetap memprioritaskan pengendalian titik api dan pemantauan kawasan rawan untuk menekan risiko meluasnya karhutla di Lamandau. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com