Anggaran Terbatas, Pemkot Bontang Tetap Salurkan Rp30 Juta per RT

Pemkot Bontang mempertahankan bantuan Rp30 juta per RT dengan menunda proyek infrastruktur demi menjaga kesejahteraan masyarakat.

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memastikan program bantuan sebesar Rp30 juta per Rukun Tetangga (RT) tetap berjalan meski di tengah keterbatasan anggaran, dengan melakukan penyesuaian kebijakan fiskal, termasuk menunda sejumlah proyek infrastruktur berskala besar.

Wakil Wali Kota (Wawali) Bontang Agus Haris menyampaikan hal tersebut saat menghadiri kegiatan Temu Kangen, Halal Bihalal, dan bakti sosial yang digelar Perkumpulan Sukowati Sragen Bontang (PSSB) di Lamin Komando Distrik Militer (Kodim) 0908 Bontang, Minggu (26/04/2026).

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga kebersamaan di tengah tantangan zaman,” ujar Agus Haris, sebagaimana dilansir PPID Setda Bontang, Minggu (26/04/2026).

Dalam kesempatan itu, Wawali menegaskan bahwa keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak menjadi alasan untuk mengurangi program yang menyentuh langsung masyarakat. Pemkot Bontang justru memprioritaskan kebijakan yang berdampak pada kesejahteraan warga, salah satunya melalui bantuan keuangan di tingkat RT.

Menurutnya, langkah menjaga keberlanjutan bantuan tersebut dilakukan dengan mengatur ulang prioritas anggaran, termasuk menunda sejumlah proyek fisik berskala besar. Kebijakan ini diambil agar program pro-rakyat tetap berjalan dan tidak terganggu oleh tekanan fiskal.

Selain menyoroti aspek anggaran, Agus Haris juga mengapresiasi peran paguyuban dalam memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat multikultural. Ia bahkan memberikan penghargaan kepada para tokoh senior PSSB atas dedikasi mereka menjaga keberlangsungan organisasi dan nilai kebersamaan.

Kegiatan yang dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, serta warga Sragen yang bermukim di Bontang tersebut menjadi ruang interaksi antara pemerintah dan masyarakat. Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi sekaligus menyerap aspirasi warga.

Di sisi lain, Pemkot Bontang juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Wawali mengajak warga untuk lebih bertanggung jawab agar tercipta lingkungan yang bersih dan sehat.

Sinergi antara kebijakan pemerintah dan partisipasi masyarakat diyakini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi daerah. Pemkot Bontang berharap kolaborasi tersebut terus diperkuat guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan merata bagi seluruh warga. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com