Banjarmasin Cetak Paskibraka Berkarakter untuk Upacara HUT RI Ke-81

Sebanyak 34 calon Paskibraka Kota Banjarmasin mulai menjalani pendidikan dan pelatihan dengan penekanan pada disiplin, kesehatan, nilai keagamaan, dan formasi khusus menyambut Hari Jadi Ke-500 Kota Banjarmasin.

BANJARMASIN
– Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), mulai memusatkan pendidikan dan pelatihan bagi 34 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang akan bertugas pada upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia (RI) Tahun 2026. Selain pembinaan fisik dan kedisiplinan, peserta juga dibekali penguatan nilai keagamaan serta muatan lokal selama masa pelatihan.

Pemusatan pendidikan dan pelatihan resmi dibuka di halaman Balai Kota Banjarmasin, Minggu (19/7). Pemerintah melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Banjarmasin menyiapkan berbagai kebutuhan peserta, mulai dari tenaga medis, konsumsi, hingga fasilitas penunjang agar proses pelatihan berjalan optimal.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, menegaskan seluruh peserta harus menjalani pelatihan dengan mengutamakan disiplin, kesehatan, dan keselamatan hingga pelaksanaan upacara kemerdekaan.

“Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Kesbangpol harus menyiapkan segala sesuatunya, termasuk fasilitas yang diperlukan seperti tenaga medis, makan dan minum, serta kelengkapan lainnya. Harapannya, pada saat pelaksanaan 17 Agustus 2026, baik penaikan maupun penurunan bendera, mereka dapat menjalankan tugas secara maksimal,” katanya sebagaimana dilansir Antara, Minggu (19/07/2026).

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin, mengatakan pelatihan tahun ini memiliki penekanan khusus pada pembentukan karakter melalui kegiatan keagamaan. Setiap peserta diwajibkan membaca kitab suci sesuai agama masing-masing selama lima hingga sepuluh menit sebelum latihan dimulai.

“Pak Sekda menekankan adanya muatan lokal dan keagamaan. Lima sampai sepuluh menit sebelum pelaksanaan pelatihan, peserta diwajibkan membaca kitab suci masing-masing. Bagi yang Muslim membaca Al-Qur’an, bagi yang Kristen membaca Alkitab, dan seterusnya. Harapannya, kegiatan ini menjadi kekuatan dan modal bagi calon Paskibraka dalam mengikuti pelatihan hingga sukses melaksanakan tugas pada 17 Agustus 2026,” jelasnya.

Selain itu, Ahmad Muzaiyin mengungkapkan formasi Paskibraka tahun ini akan disesuaikan dengan peringatan Hari Jadi Ke-500 Kota Banjarmasin sehingga memiliki konsep yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Karena berkaitan dengan Hari Jadi Kota Banjarmasin yang ke-500, formasinya akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Formasi tersebut akan dimaksimalkan bersama para pelatih sesuai arahan pimpinan, dengan mengangkat tema 500 tahun Kota Banjarmasin,” ungkapnya.

Pelatihan berlangsung sekitar 20 hari sebelum dilanjutkan masa karantina selama kurang lebih 10 hari menjelang upacara pengibaran dan penurunan bendera pada 17 Agustus 2026. Selama tahap awal pelatihan, peserta masih diperbolehkan pulang dengan syarat diantar dan dijemput orang tua atau wali.

Dari total 34 calon Paskibraka yang terpilih, empat peserta akan mewakili Kota Banjarmasin di tingkat Provinsi Kalsel, sementara satu peserta putra dipercaya bertugas sebagai anggota Paskibraka di Istana Negara. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com