Baru Pesan Makan, Sopir Truk Tiba-tiba Kejang dan Tewas

Seorang sopir truk ekspedisi meninggal dunia secara mendadak setelah mengalami kejang saat beristirahat di warung makan di Sampit.

KOTAWARINGIN TIMUR – Seorang sopir truk ekspedisi dilaporkan meninggal dunia secara mendadak saat beristirahat di sebuah warung makan di Jalan Samekto, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Selasa malam (14/04/2026), diduga setelah mengalami kejang mendadak usai memesan makanan.

Korban diketahui bernama Muhammad Riduan (35), warga Banjarmasin Barat, yang tengah mengemudikan truk ekspedisi Tavia Ekspres dengan nomor polisi DA 8203 CS. Peristiwa tersebut terjadi ketika korban singgah untuk makan setelah perjalanan.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, korban awalnya memesan makanan di Warung Sedap Malam. Namun, saat hendak duduk, korban tiba-tiba mengalami kejang-kejang dan langsung tidak sadarkan diri.

Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kotawaringin Timur (Kotim), Sidik, menjelaskan bahwa informasi awal diperoleh dari pihak warung yang melihat langsung kejadian tersebut. “Informasinya dari orang warung, korban singgah untuk makan. Setelah memesan, saat mau duduk tiba-tiba kejang-kejang,” ujar Sidik, sebagaimana dilansir Sampitnews, Selasa, (14/04/2026).

Warga yang berada di lokasi sempat panik dan berusaha memberikan pertolongan pertama kepada korban. Namun, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban.

Jenazah kemudian dievakuasi oleh relawan PMI Kotim ke Instalasi Kamar Mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit sekitar pukul 18.38 WIB untuk penanganan lebih lanjut. “Keluarga sudah dihubungi dan mengetahui, kemungkinan jenazah dikirim ke kampung halaman,” demikiannya.

Hingga saat ini, penyebab pasti meninggalnya korban belum dapat dipastikan. Aparat kepolisian setempat telah menerima laporan dan turut mengamankan proses evakuasi serta melakukan pendalaman guna memastikan tidak adanya unsur lain dalam peristiwa tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kondisi kesehatan, terutama bagi pekerja sektor transportasi yang memiliki mobilitas tinggi dan rentan kelelahan selama perjalanan jauh.[]

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com