Seorang ABK motor klotok berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setelah kapalnya mati mesin dan terombang-ambing akibat cuaca buruk di Muara Ketapang.
KETAPANG – Cuaca buruk di perairan Muara Ketapang nyaris membahayakan Asmuni, anak buah kapal (ABK) motor klotok yang terombang-ambing setelah mesin kapalnya mati saat perjalanan pulang menuju Pelabuhan Sukabangun, Kamis (25/06/2026) dini hari.
Asmuni berhasil diselamatkan Tim Pos Search and Rescue (SAR) Ketapang setelah meminta bantuan karena motor klotok yang dikemudikannya tidak dapat bergerak di tengah perairan, sebagaimana diwartakan Suara Nusantara, Jumat (26/06/2026).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak I Made Junetra mengatakan, peristiwa itu bermula pada Rabu (24/06/2026) sekitar pukul 20.00 Waktu Indonesia Barat (WIB). Saat itu, motor klotok berangkat dari Pelabuhan Sukabangun menuju kapal BC Samarinda Raya yang berlabuh di kawasan Bui Luar untuk mengantarkan paneli dengan membawa tiga ABK.
Setelah tiba di kapal tujuan, dua ABK naik ke kapal BC Samarinda Raya untuk bekerja. Sementara itu, Asmuni kembali seorang diri menggunakan motor klotok menuju Pelabuhan Sukabangun.
Namun, di tengah perjalanan, mesin kapal mendadak rusak dan tidak dapat dihidupkan. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat membuat kapal terombang-ambing di perairan Muara Ketapang.
“Dalam perjalanan pulang, motor klotok mengalami mati mesin akibat cuaca yang kurang bersahabat,” ujar I Made Junetra dalam keterangan tertulisnya, Kamis.
Korban sempat berupaya memperbaiki mesin kapal, tetapi tidak berhasil. Menyadari situasi semakin berisiko, ia kemudian menghubungi Pos SAR Ketapang untuk meminta evakuasi.
Merespons laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak mengerahkan tim rescue dari Pos SAR Ketapang pada pukul 01.48 WIB. Tim bergerak menuju titik kejadian di koordinat 1°43’4.189″ N dan 109°52’51.422″ E.
Setelah sekitar satu setengah jam pencarian, tim SAR menemukan korban pada pukul 03.18 WIB. Asmuni kemudian dievakuasi dari motor klotok dan dibawa menuju Pelabuhan Sukabangun.
Tim SAR bersama korban tiba di pelabuhan pada pukul 04.08 WIB. Sekitar 30 menit kemudian, korban diserahkan kepada pihak keluarga dalam kondisi sehat dan tidak mengalami cedera.
Operasi SAR ditutup pada pukul 05.00 WIB setelah korban dipastikan aman. Seluruh personel yang terlibat kemudian kembali ke satuan masing-masing.
Basarnas mengimbau nelayan, operator kapal tradisional, dan pengguna transportasi air agar memeriksa kelayakan mesin serta perlengkapan keselamatan sebelum berlayar. Kewaspadaan dinilai penting karena cuaca, angin, dan gelombang di perairan Ketapang dapat berubah secara tiba-tiba. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan