Sekitar 50 hektare lahan gambut di Desa Batu Barat terbakar dan masih berpotensi meluas karena terbatasnya sumber air serta angin kencang yang menghambat proses pemadaman.
KAYONG UTARA – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda sekitar 50 hektare lahan gambut di Dusun Perawas, Desa Batu Barat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara (KKU), masih berpotensi meluas akibat minimnya sumber air dan tiupan angin kencang. Tim gabungan terus melakukan pemadaman dan pemantauan untuk mencegah api menjalar ke kawasan lain.
Personel Kepolisian Sektor (Polsek) Simpang Hilir bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kayong Utara, tim pemadam perusahaan, dan masyarakat diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan lapangan atau ground check sekaligus pemadaman, Selasa (11/08/2026).
Berdasarkan pemeriksaan di lapangan, titik kebakaran tersebar secara terpisah atau spot-spot pada Areal Penggunaan Lain (APL) dengan karakteristik tanah gambut tebal. Sebagian areal yang terbakar merupakan kebun kelapa sawit dan kawasan semak belukar.
Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 50 hektare. Kondisi gambut menjadi perhatian karena api dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan kembali muncul meskipun kobaran di permukaan telah berhasil ditekan.
Sebagaimana dilansir Polres Kayong Utara, Rabu, (12/08/2026), petugas menghadapi dua kendala utama selama proses pemadaman, yakni terbatasnya sumber air di sekitar lokasi dan angin kencang yang berpotensi mempercepat penyebaran api.
Tim gabungan tetap melakukan upaya pemadaman pada sejumlah titik sambil mengawasi perkembangan kondisi lapangan. Koordinasi juga terus dilakukan dengan pemerintah, perusahaan, serta masyarakat sekitar guna memperkuat penanganan dan mencegah munculnya titik api baru.
Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam penanganan Karhutla tersebut karena luas area dan karakteristik lahan gambut memerlukan pengawasan berkelanjutan, terutama pada titik yang telah dipadamkan agar api tidak kembali menyala.
Pemantauan intensif di kawasan Batu Barat diharapkan dapat menekan risiko perluasan kebakaran sekaligus mencegah dampak lebih besar terhadap perkebunan, lingkungan, dan aktivitas masyarakat di Kecamatan Simpang Hilir. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan