BGN Hentikan Sementara SPPG, Disdikbud Sebut Demi Perbaikan IPAL

Penghentian sementara operasional SPPG di Balikpapan akibat evaluasi standar IPAL berdampak pada terhentinya distribusi program MBG di sejumlah sekolah.

BALIKPAPAN — Penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Balikpapan berdampak pada terhentinya distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa di sejumlah sekolah. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari evaluasi dan peningkatan standar layanan, khususnya pemenuhan Instalasi Pengolahan Air Limbah (Instalasi Pengolahan Air Limbah/IPAL) di seluruh unit layanan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan menyatakan, kebijakan tersebut berimbas langsung pada pelaksanaan program MBG yang selama ini bergantung pada distribusi dari SPPG.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan di Balikpapan terdapat 18 SPPG yang masing-masing melayani sekitar tiga hingga empat sekolah.

“Di Balikpapan sendiri ada 18 SPPG yang ditutup,” ujarnya saat ditemui di Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, Selasa (21/04/2026).

Dengan dihentikannya operasional tersebut, distribusi makanan bergizi gratis kepada siswa untuk sementara waktu ikut terhenti. “Pastilah berdampak, karena siswa-siswa kita untuk sementara tidak menerima makanan bergizi gratis,” katanya.

Meski demikian, Irfan menilai kebijakan yang diambil Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan langkah perbaikan untuk memastikan standar layanan terpenuhi, terutama terkait pengelolaan IPAL yang menjadi bagian penting dalam keamanan pangan.

“Saya kira ini bagus dalam rangka peningkatan kualitas hasil makanan bergizi gratis, karena memang salah satu persoalannya terkait IPAL,” jelasnya.

Ia menambahkan, penghentian sementara ini merupakan bagian dari penyesuaian agar seluruh SPPG memenuhi standar operasional sebelum kembali beroperasi.

Sementara itu, kebijakan penghentian sementara 74 SPPG di Kalimantan Timur (Kaltim) oleh BGN dilakukan sebagai langkah evaluasi terhadap kepatuhan standar operasional di seluruh fasilitas layanan.

Di sisi lain, Irfan menilai dampak penghentian ini tidak terlalu mengganggu aktivitas sekolah karena bertepatan dengan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berlangsung sekitar 10 hingga 15 hari.

“Momentum ini kebetulan bertepatan dengan pelaksanaan TKA,” pungkasnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan, jumlah SPPG di wilayah tersebut tercatat sebanyak 31 unit per Maret 2026.

Disdikbud berharap setelah seluruh persyaratan teknis terpenuhi, operasional SPPG dapat kembali berjalan normal sehingga program MBG bisa kembali dirasakan oleh para siswa. []

Penulis: Desy Alfy Fauzia | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com