Dinkes PPKB Malinau Perkuat Posyandu untuk Tekan Stunting

Dinkes PPKB Malinau memperkuat pembinaan Posyandu sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan primer untuk menekan stunting dan meningkatkan kesehatan masyarakat.

MALINAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Malinau memperkuat transformasi layanan kesehatan primer dengan mengoptimalkan peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai pusat pelayanan kesehatan seluruh siklus hidup masyarakat.

Langkah tersebut ditandai melalui kegiatan Orientasi Pembinaan Posyandu Bidang Kesehatan Tahun 2026 yang digelar Dinkes PPKB Malinau pada Rabu (06/05/2026). Kegiatan itu difokuskan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dan kader Posyandu dalam mendukung pelayanan promotif serta preventif di tingkat masyarakat.

Kepala Dinkes PPKB Malinau, Yuli Triana, menegaskan Posyandu kini tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan ibu dan balita, tetapi telah berkembang mencakup pelayanan bagi ibu hamil, bayi, remaja hingga lanjut usia (lansia).

“Peran tenaga kesehatan puskesmas sangat strategis dalam melakukan pembinaan Posyandu. Kader kesehatan sebagai ujung tombak di masyarakat harus didukung dengan pembinaan yang terarah, terencana, dan berkelanjutan agar mampu menjalankan fungsi promotif dan preventif secara optimal,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Prokopim Malinau, Kamis, (07/05/2026).

Menurutnya, penguatan pelayanan primer menjadi bagian penting dalam transformasi sistem kesehatan nasional, khususnya melalui Integrasi Layanan Primer (ILP) yang menempatkan Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.

Yuli menjelaskan, orientasi tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi merupakan bagian dari strategi mencapai target kinerja kesehatan masyarakat tahun 2026.

Untuk mendukung target tersebut, tenaga kesehatan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) diminta aktif melakukan pembinaan Posyandu secara terukur, memastikan kader bekerja sesuai standar pelayanan, memanfaatkan data kesehatan sebagai dasar intervensi, serta melakukan kunjungan rumah bagi kelompok masyarakat berisiko.

Selain itu, fokus utama program diarahkan pada percepatan penurunan angka stunting dan peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak di Malinau.

Penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) juga menjadi bagian penting dalam setiap intervensi kesehatan yang dilakukan. Edukasi masyarakat dinilai menjadi kunci dalam membangun perubahan perilaku hidup sehat secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan orientasi tersebut, setiap Puskesmas diharapkan mampu menyusun rencana aksi pembinaan Posyandu yang lebih terukur dan berkelanjutan demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar di wilayah masing-masing.

Yuli menekankan keberhasilan program kesehatan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga komitmen seluruh tenaga kesehatan dan kader di lapangan.

“Tidak ada keberhasilan tanpa komitmen dan kerja nyata. Dengan kerja sama dan kesungguhan kita semua, saya yakin target yang telah ditetapkan dapat kita capai,” pungkasnya.

Penguatan Posyandu di Malinau diharapkan mampu memperluas akses layanan kesehatan dasar hingga tingkat desa, sekaligus mempercepat upaya pencegahan masalah kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif yang lebih efektif. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com