Diserang Kritik, Trump Hapus Foto AI yang Dinilai Menyinggung Agama

Unggahan bergambar AI yang menampilkan Trump menyerupai tokoh religius memicu kritik global hingga akhirnya dihapus dari media sosial.

WASHINGTON – Kontroversi unggahan bergambar artificial intelligence (AI) yang menyeret Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhirnya berujung pada penghapusan konten tersebut dari media sosialnya, menyusul gelombang kritik luas yang menilai gambar itu tidak pantas dan menyinggung nilai keagamaan.

Unggahan yang semula muncul pada Minggu (12/4) di platform Truth Social memperlihatkan Trump digambarkan menyerupai Yesus Kristus dengan jubah putih dan tangan bercahaya, seolah melakukan penyembuhan terhadap seseorang. Namun, pada Senin (13/04/2026), unggahan itu telah dihapus setelah memicu reaksi keras dari publik global.

Konten visual berbasis AI tersebut menuai kecaman dari berbagai kalangan, termasuk penulis asal AS, Meghan Basham, yang mempertanyakan motif di balik unggahan tersebut.

“Saya tidak tahu apakah Presiden mengira dia sedang bercanda atau apakah dia berada di bawah pengaruh suatu zat atau penjelasan apa pun yang mungkin dia miliki untuk penghujatan yang SANGAT KETERLALUAN ini. Tapi dia perlu segera menghapus foto ini dan minta maaf kepada rakyat Amerika dan kemudian kepada Tuhan,” cuitnya, sebagaimana dilansir CNN Indonesia, Selasa (14/04/2026).

Kritik senada juga disampaikan aktivis politik AS, Riley Gaines, yang sebelumnya pernah diundang ke Gedung Putih.

“Kenapa? Serius, saya tidak mengerti kenapa dia mengunggah ini. Apakah dia mencari respons? Apakah dia benar-benar berpikir seperti ini? Bagaimanapun juga, dua hal ini benar: 1) sedikit kerendahan hati akan sangat bermanfaat baginya. 2) Tuhan tidak boleh diolok-olok,” tulisnya di media sosial X.

Kontroversi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan hubungan Trump dengan pimpinan Gereja Katolik dunia, Paus Leo XIV, yang sebelumnya dikritik Trump karena dianggap “lemah dalam menangani kejahatan” dan memiliki pandangan “sangat liberal” terkait sejumlah kebijakan luar negeri, termasuk sikap terhadap konflik dengan Iran dan operasi militer di Venezuela.

Menanggapi polemik tersebut, Trump membantah bahwa gambar itu dimaksudkan untuk menyerupai tokoh keagamaan. Ia menyatakan bahwa visual tersebut menggambarkan dirinya sebagai seorang tenaga medis.

“Saya kira itu adalah gambar saya sebagai seorang dokter. Dokter Palang Merah, yang kami dukung. Hanya berita palsu yang akan menggembar-gemborkan masalah ini,” kata Trump kepada wartawan.

Kasus ini menambah daftar kontroversi penggunaan teknologi AI dalam ranah politik, terutama terkait sensitivitas simbol keagamaan dan etika komunikasi publik. Penghapusan unggahan tersebut dinilai sebagai respons atas tekanan publik yang menuntut akuntabilitas dan kehati-hatian dalam penggunaan teknologi digital oleh figur publik. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com