Film ‘Sebelum Tiga Puluh’ Angkat Potensi Singkawang ke Layar Lebar

Pemkot Singkawang memastikan dukungan penuh terhadap produksi film nasional sebagai strategi penguatan industri kreatif dan promosi daerah.

SINGKAWANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang menegaskan kesiapan penuh mendukung produksi film nasional “Sebelum Tiga Puluh” yang mengambil lokasi syuting di kota tersebut, termasuk fasilitasi perizinan, pengamanan, hingga pelibatan talenta lokal sebagai bagian dari penguatan ekosistem industri kreatif daerah.

Komitmen itu disampaikan Wali Kota (Wako) Singkawang, Tjhai Chui Mie, saat konferensi pers film tersebut pada Jumat (24/04/2026). Ia menilai kehadiran rumah produksi HH Productions menjadi momentum strategis untuk mendorong promosi daerah sekaligus mempercepat pertumbuhan sektor kreatif berbasis potensi lokal.

“Atas nama Pemerintah Kota Singkawang dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada HH Productions yang telah memilih Singkawang sebagai lokasi syuting,” kata Tjhai Chui Mie.

Menurutnya, keterlibatan Singkawang dalam produksi film tidak hanya berdampak pada sektor hiburan, tetapi juga memperkuat citra kota di tingkat nasional. Ia menyebut, pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan, termasuk keberadaan bandara, menjadi faktor pendukung yang meningkatkan daya saing daerah dalam menarik industri kreatif.

Selain aspek infrastruktur, Wako menyoroti kekayaan lanskap kota yang dinilai ideal untuk kebutuhan sinematografi. Beberapa lokasi seperti Pasar Hongkong Singkawang dan kawasan wisata Pantai Pasir Panjang Singkawang disebut memiliki daya tarik visual yang kuat, ditambah keberagaman rumah ibadah yang mencerminkan kehidupan masyarakat yang harmonis.

“Singkawang adalah kota toleran. Di sini bisa syuting di klenteng, masjid, maupun gereja yang berdampingan. Masyarakat kami sudah terbiasa hidup rukun,” katanya.

Pemkot Singkawang juga membuka peluang keterlibatan generasi muda sebagai bagian dari produksi, baik sebagai figuran maupun kru pendukung. Hal ini dinilai sebagai langkah konkret dalam mendorong partisipasi masyarakat sekaligus memperluas pengalaman kerja di sektor kreatif.

“Jika membutuhkan talenta lokal, kami siap. Anak-anak muda Singkawang memiliki banyak potensi yang bisa dilibatkan,” ujarnya.

Lebih jauh, Wako berharap film tersebut mampu menampilkan wajah Singkawang secara autentik tanpa rekayasa berlebihan, sehingga dapat memperkuat identitas kota sebagai daerah yang damai dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan.

“Ceritakan Singkawang dengan jujur. Tidak perlu dilebih-lebihkan atau dikurangi. Tampilkan sebagai kota yang hangat, damai, dan penuh kebersamaan,” katanya.

Dukungan Pemkot Singkawang terhadap produksi film ini mencakup koordinasi lintas perangkat daerah serta aparat kepolisian untuk memastikan kelancaran proses syuting, mulai dari pengaturan lalu lintas hingga keamanan lokasi.

Ia optimistis, keberhasilan film “Sebelum Tiga Puluh” tidak hanya berdampak pada industri perfilman nasional, tetapi juga menjadi sarana efektif promosi pariwisata daerah, sebagaimana diberitakan Kominfo, Jumat (24/04/2026).

“Jika film ini sukses, bukan hanya tim produksi yang bangga, tetapi seluruh masyarakat Singkawang juga ikut merasakan kebanggaan. Kami berharap penonton nanti berkata, ‘Saya ingin ke Singkawang’,” ujarnya. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com